Tapi Putri tak menyerah. Ia bermain lebih cerdik, menunggu kesempatan. Beberapa pukulan panjangnya sukses mengecoh lawan. Skor sengit, 19-18. Dua poin penutupnya bahkan ia dapatkan dari duel di net yang memukau, mengunci kemenangan 21-19. Istora bergemuruh.
Gim penentu dimulai dengan baik. Momentum sepertinya masih di tangan Putri. Ia unggul 7-4. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Huang bangkit, menyamakan kedudukan lalu memimpin 9-8. Di titik kritis ini, mental Putri justru tampak lebih kuat. Sementara Huang malah terlihat ceroboh, melakukan beberapa kesalahan sendiri. Interval kedua ditutup dengan keunggulan tipis Putri, 11-9.
Namun begitu, konsistensi itu yang sulit dipertahankan. Setelah jeda, permainan Putri justru kembali tersendat. Kesalahan demi kesalahan muncul dari raketnya. Huang, yang tadi sempat limbung, kini tampak kembali solid. Ia dengan cermat mengubah pertahanan menjadi serangan balik yang mematikan.
Skor yang semula 13-11 untuk Putri, berbalik menjadi 13-15. Upayanya mengejar seakan kehabisan tenaga. Poin demi poin dijauhkan Huang: 14-18, lalu 17-19. Pertarungan panjang itu akhirnya berakhir di angka 17-21. Putri harus puas tersingkir lebih awal, sementara Huang melangkah ke perempat final.
Artikel Terkait
Kastaneer Siap Jadi Solusi Serangan PSM Makassar
Drama Tiga Gim, Alwi Farhan Taklukkan Wang Zheng Xing di Istora
Putri KW Tersingkir di Istora, Harapan Pupus di Gim Penentu
Barba Tetap di Persib, Rumor Hengkang Akhirnya Berakhir