“Ayo ke Persib Bandung.”
“Hayu ka Persib, Mos.”
“Apa benar kamu akan ke Bandung?”
Kelihatannya lucu, ya? Tapi kalau ditelisik, ada logika sederhana di baliknya. Persib memang sedang cari bek tengah baru untuk putaran kedua Super League 2025/2026. Federico Barba, andalan mereka, dikabarkan ingin pulang ke Eropa karena alasan keluarga. Posisinya masih menggantung.
Klub butuh sosok pemimpin di lini belakang. Seseorang yang berpengalaman, tenang, dan bisa mengangkat mental sekaligus. Dalam konteks itu, nama Sergio Ramos yang kini bebas transfer dan harganya sekitar Rp13,91 miliar tiba-tiba terdengar tidak terlalu mengawang-awang.
Angka itu bahkan lebih rendah dari nilai pasar Thom Haye, gelandang Persib sendiri. Dari segi finansial, Ramos sudah bukan monster yang tak terjangkau. Usianya 39 tahun, memang. Tapi aura dan pengaruhnya? Itu yang tak ternilai harganya.
Kalau Persib berani melangkah, dampaknya bisa meledak. Lihat saja bagaimana kedatangan Andrés Iniesta mengubah segalanya di Vissel Kobe Jepang. Bukan cuma soal permainan, tapi juga profesionalisme, perhatian global, dan standar baru yang ditinggalkan.
Ramos berpotensi melakukan hal serupa di Kota Kembang.
Ia lebih dari sekadar bek. Ia adalah sebuah narasi lengkap tentang pengkhianatan, penyesalan, dan penebusan. Tentang memilih makna di atas tumpukan uang. Di era sepak bola yang serba kalkulatif, kisah seperti ini justru terasa segar.
Jadi, akankah Maung Bandung menjadi pelabuhan terakhir karier Sergio Ramos? Mungkin tidak. Mungkin ini cuma imajinasi liar Bobotoh di tengah bursa transfer yang sepi. Tapi sepak bola seringkali tercipta dari langkah-langkah berani yang awalnya dianggap gila.
Dulu Jepang membuktikannya. Sekarang, Bandung boleh bermimpi.
Dan siapa tahu? Mimpi besar itu bisa jadi awal dari sebuah sejarah baru.
Artikel Terkait
Chelsa Siapkan Pintu Keluar untuk Enam Pemain Jelang Akhir Bursa
PSM Makassar Bidik Gelandang Australia Blake Ricciuto Jelang Putaran Kedua
Febri Hariyadi Digoyang Dua Klub, Masa Depan di Persib Mulai Ragu
Kisruh Skuad Chelsea: Siapa yang Bertahan, Siapa yang Tergusur?