Nama Samu Castillejo tiba-tiba ramai diperbincangkan. Ini terkait dengan kebutuhan Persib Bandung mencari pemain baru untuk paruh musim Super League 2025/2026. Tapi, kalau kita lihat catatannya selama di Johor Darul Ta’zim, situasinya tidak terlalu cerah. Menit bermainnya sangat sedikit.
Pertanyaannya, layakkah mantan bintang AC Milan itu dibawa ke Maung Bandung?
Meski punya label mantan pemain klub top Eropa, kenyataannya di JDT, Castillejo justru terpinggirkan. Pemain berusia 31 tahun itu kesulitan bersaing di lini serang klub raksasa Malaysia itu. Persaingannya memang ketat banget.
Di Liga Super Malaysia, ia cuma main empat kali. Lalu, ada satu penampilan lagi di ACL Elite. Cuma segitu. Jauh dari ekspektasi untuk pemain dengan latar belakang seperti dirinya.
Justru di turnamen piala domestik, Castillejo lebih sering turun. Perannya di JDT sejauh ini lebih banyak sebagai pemain pelapis. Alhasil, kesempatan main pun jadi langka.
Ia baru benar-benar dipakai saat JDT berlaga di Piala Malaysia atau ASEAN Club Championship. Di ACC malah, Castillejo sempat dipercaya jadi kapten. Saat itu, 21 Agustus 2025, JDT menang 3-1 atas Lion City Sailors.
Namun begitu, ada masalah lain yang sering disorot penggemar: kerentanannya terhadap cedera. Ini jadi salah satu alasan kenapa ia sulit bersaing. Badannya dianggap kurang tahan banting untuk ritme kompetisi yang padat.
Artikel Terkait
Chelsa Siapkan Pintu Keluar untuk Enam Pemain Jelang Akhir Bursa
Sergio Ramos dan Gelombang Bobotoh: Mungkinkah Bandung Jadi Pelabuhan Terakhir?
PSM Makassar Bidik Gelandang Australia Blake Ricciuto Jelang Putaran Kedua
Febri Hariyadi Digoyang Dua Klub, Masa Depan di Persib Mulai Ragu