MAKASSAR Bebas dari sanksi FIFA. Itu status yang mestinya jadi angin segar buat PSM Makassar. Momentum untuk bergerak leluasa di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Tapi, apa yang terjadi? Hingga pekan ketiga jendela transfer terbuka, langkah Juku Eja justru terlihat gamang. Bahkan, tertinggal. Beberapa target utama mereka malah satu per satu menghilang dari radar.
Yang paling anyar, gagalnya mereka memboyong Simon Amin. Gelandang asal Suriah itu sempat digadang-gadang jadi solusi untuk lini tengah yang kerap bermasalah. Kini, sudah pasti dia tak akan mengenakan jersey hijau-hitam.
Rumor soal minat PSM dan Borneo FC pada Simon Amin sebenarnya sudah beredar sejak pertengahan Januari. Kabarnya mencuat lewat sebuah akun pemantau transfer lokal. Saat itu, posisi Amin memang sedang menarik: dia baru saja dilepas klubnya di Swedia, Örebro SK Söder, dan berstatus bebas transfer.
Direktur Olahraga klub Swedia itu, Ene Ahmetovic, mengucapkan terima kasih pada Amin.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Simon Amin atas upaya sepenuh hati dalam seragam hitam-putih selama musim gugur. Semoga sukses untuk tantangan berikutnya,” ucap Ahmetovic.
Artikel Terkait
Chelsa Siapkan Pintu Keluar untuk Enam Pemain Jelang Akhir Bursa
Sergio Ramos dan Gelombang Bobotoh: Mungkinkah Bandung Jadi Pelabuhan Terakhir?
PSM Makassar Bidik Gelandang Australia Blake Ricciuto Jelang Putaran Kedua
Febri Hariyadi Digoyang Dua Klub, Masa Depan di Persib Mulai Ragu