“Bingung karena sebelumnya enggak lihat itu ada skor, ternyata ada skor di bawah, live score kami. Dan saya juga sempat berpikir oh itu 25 detik itu diwaktuin di situ gitu, tadinya enggak tahu karena enggak lihat partai sebelumnya,”
ungkapnya. Namun begitu, kebingungan itu tak sampai mengganggu konsentrasi bermain.
Mungkin ini karena karakter ganda putra sendiri yang memang cepat. Reli-reli pendek, diselingi serangan panjang, membuat pemain terbiasa bergerak tanpa banyak berhenti. Jadi, waktu 25 detik itu terasa cukup longgar bagi mereka.
Perlu diingat, aturan ini masih bersifat uji coba. BWF memberlakukan di sejumlah turnamen untuk melihat efektivitasnya. Intinya, pertandingan diharapkan lebih efektif, tapi pemain tetap diberi kesempatan untuk hal-hal kecil seperti minum atau mengelap keringat. Yang penting, penerima servis juga harus siap dan tidak menunda-nunda.
Kemenangan ini tentu saja mengantar Fajar/Fikri ke babak 16 besar. Performa mereka menunjukkan adaptasi yang cepat, sekaligus mempertegas status sebagai salah satu andalan tuan rumah di Istora Senayan. Aturan baru boleh saja hadir, tapi dominasi mereka sejauh ini tetap tak tergoyahkan.
Artikel Terkait
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya
Posisi Juni Calafat di Real Madrid Terancam Usai 12 Tahun Berkontribusi