Namun begitu, soal performa bukan satu-satunya alasan. Ada masalah lain yang lebih mendesak: Persija kebanyakan pemain asing. Sebelum Franca pergi, skuad mereka menampung 12 pemain asing. Jumlah itu jelas berlebihan dan bisa mengganggu keseimbangan tim.
Kondisi itu makin pelik setelah kedatangan striker anyar asal Maroko, Alaeddine Ajaraie. Pemain ini dipinjam dari klub India, NorthEast United FC. Manajemen memproyeksikannya sebagai ujung tombak baru yang diharapkan bisa mengasah kembali serangan Persija yang sempat tumpul.
Dengan semua perubahan ini, profil pemain asing Persija pun berubah. Mereka mengganti seorang playmaker dengan striker murni. Harapannya jelas: Ajaraie bisa langsung berdampak dan jadi pemecah kebuntuan di lini depan.
Bagi Gustavo Franca sendiri, perjalanan ke Malang ini adalah kesempatan emas. Sebuah peluang kedua untuk membuktikan diri di Liga Indonesia, setelah masa singkatnya di Jakarta yang kurang berkilau. Tinggal tunggu, apakah ia akan bersinar bersama Singo Edan.
Artikel Terkait
Lorenzo Buka Suara: Rossi Gagal Juara 2015 Bukan karena Marquez, Tapi...
Bobotoh Serbu Instagram Ramos, Ajak Legenda Real Madrid ke GBLA
Herdman Anggap Piala AFF 2026 sebagai Ajang Uji Nyata Talenta Lokal
PSIS Semarang Bongkar Skuad, Fokus Rekrut Pemain Lokal Siap Tempur