Mengapa Zidane Bisa Pilih Prancis?
Setelah menganggur hampir lima tahun, loyalitas Zidane pada impiannya itu tampak sulit digoyahkan. Bagi pria berdarah Aljazair ini, melatih timnas adalah puncak karier manajerial. Apalagi setelah dia sudah memenangkan segalanya bersama Real Madrid.
“Zidane bukan sekadar pelatih bagi Madrid, ia adalah simbol kesuksesan. Namun, panggilan tugas negara seringkali memiliki daya tarik yang berbeda,” tulis L’Equipe.
Kalau kesepakatan dengan FFF benar-benar terjalin, Madrid harus segera cari alternatif lain. Kemenangan diplomatis Prancis ini akan membuktikan satu hal: Les Bleus masih jadi prioritas utama sang legenda, bukan kembali ke pelukan raksasa Spanyol.
Lalu, Siapa Penggantinya untuk Madrid?
Jika Zidane benar-benar pergi, beberapa nama sudah mencuat untuk mengisi kursi panas di Bernabéu. Ada Jurgen Klopp, yang meski sedang rehat, tetap jadi favorit para penggemar. Raúl González juga disebut-sebut sebagai opsi internal yang paham betul filosofi klub.
Tak ketinggalan, Julian Nagelsmann. Pelatih muda dengan taktik modern ini juga disukai oleh manajemen Madrid. Pilihannya memang masih terbuka lebar, tapi satu hal pasti: persaingan untuk mendapatkan Zidane akan berlangsung sengit.
Artikel Terkait
Persija Gempur Bursa Transfer, Sinyal Perang Perebutan Gelar
Persik Kediri Borong Bintang Uruguay, Adrian Luna Resmi Gabung Macan Putih
Herdman Langsung Bergerak, Hubungi Striker Naturalisasi untuk Awali Era Baru Timnas
Lin Chun-yi Hancurkan Harapan Jonatan Christie di Final India Open