Prancis Bergerak Cepat, Madrid Terancam Kehilangan Zidane

- Minggu, 18 Januari 2026 | 14:30 WIB
Prancis Bergerak Cepat, Madrid Terancam Kehilangan Zidane
Perburuan Zidane Memanas

HARIAN, PARIS – Babak baru dalam perburuan tanda tangan Zinedine Zidane telah dimulai. Awal tahun 2026 ini, situasinya makin seru dan penuh ketegangan.

Real Madrid tentu saja punya ambisi besar. Mereka ingin sekali membawa sang legenda kembali ke Santiago Bernabéu. Tapi, rintangan yang mereka hadapi kini tampak lebih berat dari perkiraan.

Soalnya, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dikabarkan mulai bergerak. Bahkan, gerakannya disebut agresif. Tujuannya jelas: menikung Madrid dan mengamankan Zidane untuk masa depan Les Bleus.

Ini bukanlah rahasia. Sejak 2021, Zidane sengaja menjauh dari dunia kepelatihan klub. Impian besarnya cuma satu: memimpin Timnas Prancis. Kursi yang sekarang diduduki Didier Deschamps itu diprediksi bakal kosong setelah Piala Dunia 2026 nanti.

Menurut laporan L’Equipe, media ternama di Prancis, FFF tak mau buang-buang waktu. Mereka sudah mulai melakukan pendekatan. Tujuannya agar transisi nanti berjalan mulus. Langkah ini juga sekaligus jadi sinyal kuat buat Zidane: dialah satu-satunya prioritas pengganti Deschamps.

Real Madrid Terancam Gigit Jari

Nah, situasi ini jelas jadi alarm bahaya untuk Madrid. Setelah urusan dengan Xabi Alonso berakhir dan menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara, Florentino Pérez punya harapan besar. Dia berharap bisa merayu Zidane untuk memulai masa bakti ketiganya di klub itu.

Tapi, langkah cepat federasi Prancis seolah-olah menutup pintu itu dengan keras. Strategi mereka punya dua misi utama. Pertama, mengunci komitmen Zidane secara lisan sebelum klub lain ikut nimbrung. Kedua, membahas visi jangka panjang dan struktur staf kepelatihan tim nasional.

Mengapa Zidane Bisa Pilih Prancis?

Setelah menganggur hampir lima tahun, loyalitas Zidane pada impiannya itu tampak sulit digoyahkan. Bagi pria berdarah Aljazair ini, melatih timnas adalah puncak karier manajerial. Apalagi setelah dia sudah memenangkan segalanya bersama Real Madrid.

“Zidane bukan sekadar pelatih bagi Madrid, ia adalah simbol kesuksesan. Namun, panggilan tugas negara seringkali memiliki daya tarik yang berbeda,” tulis L’Equipe.

Kalau kesepakatan dengan FFF benar-benar terjalin, Madrid harus segera cari alternatif lain. Kemenangan diplomatis Prancis ini akan membuktikan satu hal: Les Bleus masih jadi prioritas utama sang legenda, bukan kembali ke pelukan raksasa Spanyol.

Lalu, Siapa Penggantinya untuk Madrid?

Jika Zidane benar-benar pergi, beberapa nama sudah mencuat untuk mengisi kursi panas di Bernabéu. Ada Jurgen Klopp, yang meski sedang rehat, tetap jadi favorit para penggemar. Raúl González juga disebut-sebut sebagai opsi internal yang paham betul filosofi klub.

Tak ketinggalan, Julian Nagelsmann. Pelatih muda dengan taktik modern ini juga disukai oleh manajemen Madrid. Pilihannya memang masih terbuka lebar, tapi satu hal pasti: persaingan untuk mendapatkan Zidane akan berlangsung sengit.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar