PSM Makassar Terjebak di Tengah Ambisi Transfer dan Ancaman Sanksi FIFA

- Minggu, 18 Januari 2026 | 09:30 WIB
PSM Makassar Terjebak di Tengah Ambisi Transfer dan Ancaman Sanksi FIFA
PSM Makassar dan Rencana Transfer yang Terganjal

MAKASSAR Tomas Trucha, pelatih PSM Makassar, memberikan sinyal. Timnya berencana mendatangkan pemain baru untuk menghadapi lanjutan kompetisi Super League 2025/2026. Namun, prosesnya berjalan sangat senyap, hampir tak terdengar gaungnya. Lalu, bagaimana dengan ancaman sanksi FIFA yang masih membayangi? Itu jadi pertanyaan besar.

Keinginan untuk memperkuat skuad dengan pemain asing baru ini diakui sendiri oleh Trucha. Menurutnya, upaya perekrutan dilakukan lewat jalur agen. Beberapa nama calon pemain konon sudah ada dalam daftar.

“Kami tentu ingin menambah pemain asing. Itu bagian dari rencana kami ke depan,” ujar Tomas Trucha.

Di belakang layar, manajemen dikabarkan sedang bergerak diam-diam. Mereka seperti melakukan “pergerakan bawah tanah” sambil menunggu kepastian. Lampu hijau untuk transfer bergantung pada penyelesaian masalah sanksi FIFA yang masih menggantung.

Pergerakan Masih Terbatas

Meski niatnya kuat, ruang gerak PSM saat ini sangat terbatas. Mereka harus bersabar. Bursa transfer paruh musim sudah berjalan, tapi PSM belum bisa leluasa.

Masalahnya, tim Juku Eja ini masih terbelit sanksi FIFA. Mereka sebenarnya boleh saja merekrut pemain. Tapi, mendaftarkannya ke liga? Itu persoalan lain. PSM harus membersihkan dulu catatan sanksinya sebelum pemain baru bisa diikat secara resmi.

Kabur, Tapi Belum Bebas

Memang ada secercah kabar baik. FIFA baru saja mencabut satu sanksi larangan transfer yang dijatuhkan pada 8 Oktober 2025 lalu. Sanksi itu sempat mengancam dan bisa menggagalkan pendaftaran pemain di putaran kedua.

Namun begitu, permasalahan belum sepenuhnya usai. Masih ada satu sanksi serupa yang mengikat. PSM kembali dihukum FIFA pada Jumat, 9 Januari 2026. Sanksi terbaru ini diduga kuat berkaitan dengan masalah tunggakan gaji salah satu pemain asingnya, Lucas Dias.

Waktu pun semakin sempit. Bursa transfer paruh musim Super League hanya berlangsung hingga 6 Februari 2026 mendatang. PSM punya waktu terbatas untuk beres-beres administrasi dan menyelesaikan sanksi. Jika tidak, rencana mendatangkan pemain baru bisa jadi hanya wacana belaka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar