MURIANETWORK.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons banjir yang kerap melanda ruas Jalan Tol Tangerang-Merak di sekitar kilometer 50 dengan menyiapkan solusi permanen. Rencana jangka panjang ini berfokus pada pembangunan tanggul permanen di Sungai Cidurian, setelah upaya darurat berhasil memulihkan lalu lintas tol. Langkah ini diambil untuk mengatasi limpasan air sungai yang menjadi penyebab utama genangan di ruas jalan strategis tersebut.
Tanggul Sementara Berhasil Pulihkan Lalu Lintas
Sebelum solusi permanen direalisasikan, penanganan darurat telah dilakukan dengan cepat. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama pengelola tol membangun tanggul sementara sepanjang sekitar 300 meter. Struktur yang menggunakan geobag dan pembatas beton bergerak (MCB) itu terbukti efektif menahan limpasan air. Berkat intervensi teknis ini, ruas tol yang sempat terendam kini telah beroperasi normal dan dapat dilalui semua jenis kendaraan, memulihkan mobilitas barang dan penumpang.
Komitmen dan Penanganan di Titik Lain
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam menangani bencana hidrometeorologi.
“Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir, baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar risiko dapat diminimalkan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).
Upaya penanganan tidak hanya terpusat di jalan tol. Di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, tim di lapangan mengerahkan dua unit pompa mobile untuk mengeringkan genangan di area Pondok Pesantren Sabulussalam, memastikan kegiatan belajar mengajar para santri tidak terus terganggu. Sementara itu, untuk menangani longsor sepanjang 200 meter di Desa Carenang yang merusak delapan rumah, BBWS C3 melakukan perkuatan tebing sungai menggunakan bronjong. Anyaman kawat berisi batu ini dipasang untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi lebih lanjut.
Kesiapan Logistik dan Rencana Jangka Panjang
Kesiapan peralatan dan material menjadi kunci respons yang cepat. Kepala BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian, Dedi Yudha Lesmana, memastikan kesiapan seluruh sumber daya kebencanaan.
“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun, kami tetap memperhatikan kondisi lapangan, terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang paling tepat,” jelasnya.
Di atas meja perencanaan, solusi yang lebih komprehensif telah disiapkan. Desain penanganan jangka panjang untuk Sungai Cidurian mencakup pembangunan tanggul permanen yang diperkuat dengan parapet atau dinding penahan, serta pembangunan pintu air. Pelaksanaan rencana ini dilakukan dengan berkoordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan berbagai pemangku kepentingan, guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan pemulihan wilayah.
Artikel Terkait
Arab Saudi Kirim 100 Ton Kurma untuk Ramadan, Sebagian untuk Pembukaan Masjid Raya IKN
BPS Verifikasi 27.173 Keluarga Penerima Bantuan Perbaikan Rumah Pascabencana di Sumatera
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Capai 5,39%, Tertinggi di G20
Presiden Prabowo Arahkan Evaluasi Hak Investor Tambang Martabe