Masalahnya, upaya perbaikan tak semudah membalik telapak tangan. PSM masih dibelit sanksi FIFA yang membatasi gerak di bursa transfer. Mau cari pemain baru? Prosesnya jadi rumit. Manajemen seperti berjalan di tempat yang sempit.
Meski begitu, Trucha berusaha tenang. Ia memilih untuk percaya pada skuad yang ada sekarang. Baginya, masalah utama bukan soal jumlah pemain, tapi bagaimana menciptakan keseimbangan dan efektivitas di lapangan hijau.
“Saya senang dengan skuad yang kami miliki sekarang. Yang ingin kami lakukan adalah mencoba menyeimbangkan tim,” katanya.
Tapi jangan salah. Di balik pernyataan percaya diri itu, ada rencana lain yang bergulir. Trucha secara gamblang mengakui bahwa PSM butuh darah baru, khususnya dari pemain asing, untuk meningkatkan daya saing. Ia bilang, rencana itu sudah ada di atas kertas.
“Kami tentu ingin menambah pemain asing. Itu bagian dari rencana kami ke depan,” tegasnya.
Menurut kabar yang beredar, lewat jalur agen, sejumlah nama potensial sudah masuk radar. Semuanya tinggal menunggu waktu, sembari berharap sanksi FIFA segera dicabut. Manajemen PSM diam-diam tetap bergerak, melakukan penjajakan, agar saat lampu hijau menyala, mereka sudah siap melesat.
Intinya, paruh kedua musim ini adalah ujian sesungguhnya. Bukan cuma buat Trucha dan taktiknya, tapi juga untuk arah kebijakan klub di tengah segala keterbatasan. Apakah manuver mereka bisa mengubah nasib Juku Eja? Atau justru membuat mereka semakin terpuruk? Jawabannya akan tersaji di putaran kedua Super League nanti.
Artikel Terkait
Liverpool Gagal Maksimal di Anfield, Burnley Curi Poin Berharga
Liverpool Beralih ke Dua Bek Elite Eropa Setelah Gagal Rekrut Marc Guehi
Samator Bangkit dari Jurang Kekalahan, Tumbangkan Medan Falcons dalam Laga Lima Set Mencekam
Real Madrid Tuntaskan Levante 2-0, Mbappe dan Asencio Jadi Penentu