COMO – Dari Stadio Giuseppe Sinigaglia yang dingin, AC Milan meraih tiga poin penting. Mereka menang 3-1 atas tuan rumah Como, tapi jalan menuju kemenangan itu tak mulus. Bahkan, bisa dibilang kiper Mike Maignan yang menyelamatkan situasi. Usai laga, sang pelatih, Massimiliano Allegri, mengirimkan pesan yang tak bisa dianggap remeh soal masa depan sang penjaga gawang di klub.
Milan sempat tertinggal lebih dulu. Namun, gol penalti Christopher Nkunku menyamakan kedudukan sebelum Adrien Rabiot mengambil alih panggung di babak kedua dengan dua gol kemenangan. Pertandingan giornata ke-21 Liga Italia itu digelar Jumat dini hari waktu Indonesia.
Sejak awal, Como tak gentar. Mereka mendominasi penguasaan bola dan menekan dengan agresif. Dalam tekanan seperti itulah Maignan bersinar. Beberapa penyelamatannya di menit-menit krusial mencegah Milan tertinggal lebih jauh dan menjaga semangat tim tetap hidup.
Allegri sendiri mengakui betapa sulitnya laga ini. “Ini kemenangan penting karena bermain melawan Como itu sulit,” ujarnya.
“Mereka bermain dengan bola, punya pemain bagus. Terutama saat tertinggal, selalu ada risiko untuk runtuh,” tambah pelatih itu, dikutip dari Sempre Milan.
Dia secara khusus menyoroti peran Maignan. Menurut Allegri, kiper asal Prancis itulah yang menjaga Milan tetap ‘terhubung’ dengan pertandingan di fase-fase genting.
“Hari ini Maignan menjaga kami tetap dalam pertandingan setelah gol pertama mereka. Kami ingin menekan tinggi, tetapi kiper mereka juga melakukan pekerjaan bagus dengan beberapa umpan terobosan yang ditempatkan dengan baik,” lanjutnya.
Setelah skor imbang, permainan berubah. Allegri melihat Como mulai kehilangan tenaga dan membuat kesalahan. “Setelah kami kembali ke jalur yang benar, kami bermain lebih baik. Mereka menurun di menit ke-60 dan mulai membuat lebih banyak kesalahan. Di babak pertama kami terlalu terbuka dan di situlah Anda kesulitan,” paparnya.
Lantas, apakah kemenangan ini adalah pesan untuk pesaing di papan atas? Allegri menepis. Fokusnya hanya pada internal tim. “Tidak ada pesan, kami harus fokus pada diri kami sendiri. Kami kehilangan banyak poin. Finis empat besar akan menjadi hasil yang hebat. Kami harus tetap tenang, terus mengayuh, tidak banyak bicara, dan fokus,” tegasnya.
Namun begitu, pernyataannya paling keras justru datang ketika membahas nilai seorang pemain kunci seperti Maignan. Allegri berbicara blak-blakan tentang logika pasar.
“Jika ada pemain yang bernilai 100 juta euro dan ada yang bernilai 1 juta euro, pasti ada alasannya. Anda harus mempertahankan pemain kuat di lapangan,” katanya tanpa tedeng aling-aling.
Bagi Allegri, komposisi tim ideal adalah campuran yang pas. “Sudah tepat Milan memiliki pemain hebat bersama pemain muda yang kurang berpengalaman, yang terbiasa bermain untuk menang, dan itu berbeda,” tambahnya.
Selain Maignan, dia juga menyentuh soal Rafael Leao. Winger itu dinilainya tetap sebagai pemain yang bisa membuat perbedaan, meski kadang performanya naik-turun. “Leao adalah pemain yang menjadi penentu. Malam ini dia punya dua momen brilian. Anda harus memanfaatkan karakteristiknya dan berharap dia memenangkan pertandingan,” ujar Allegri.
Penampilan Maignan melawan Como ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaiknya musim ini, setara dengan aksinya saat menghadapi AS Roma atau derby melawan Inter Milan.
Dan kabar baiknya, momentum ini diiringi laporan positif dari meja negosiasi. Jurnalis Gianluca Di Marzio melaporkan bahwa proses perpanjangan kontrak Maignan sudah mencapai kesepakatan prinsip. Tinggal detail akhir yang perlu diselesaikan sebelum pengumuman resmi dibuat. Sebuah berita yang pasti melegakan bagi para pendukung Rossoneri.
Artikel Terkait
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas