“Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air dilaporkan mengalami last contact di wilayah Maros–Pangkep. Titik koordinat terakhir yang kami terima dari AirNav Indonesia berada di kawasan Leang-Leang,” jelasnya.
Menindaklanjuti hal itu, Basarnas segera mendirikan posko di Leang-Leang. Operasi SAR melibatkan polisi, TNI, dan instansi terkait. Mereka membagi tim menjadi tiga regu untuk menyisir sejumlah titik curian.
“Selain penyisiran darat, kami juga melakukan pencarian menggunakan drone. Kami juga menerima keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” ungkap Sultan.
TNI AU turut mengerahkan helikopter untuk bantu pencarian dari udara. Pesawat itu sendiri diketahui mengangkut delapan kru dan tiga penumpang.
Sebanyak 36 personel Basarnas diterjunkan, didukung personel TNI. Sayangnya, cuaca jadi kendala utama.
“Kabut tebal dan hujan menghambat penerbangan drone. Jika cuaca memungkinkan, drone akan kembali diterbangkan untuk mendekati titik koordinat terakhir yang berjarak sekitar 16 kilometer dari posko,” tambahnya.
Ada beberapa titik yang didapat dari informasi warga, namun masih perlu verifikasi. Lokasinya diduga di wilayah pegunungan dengan medan berat, membutuhkan waktu tempuh 2-3 jam dari posko utama.
Di sisi lain, Komandan Dandim Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, menyatakan pihaknya telah mengerahkan satuan batalion untuk memperkuat pencarian di lapangan.
Upaya masih terus berlanjut. Harapannya, cuaca segera membaik agar pencarian bisa lebih optimal.
Artikel Terkait
Trucha Bertekad Ubah Nasib PSM di Paruh Kedua Super League
Jonatan Christie Bangkit dari Tekanan, Lolos ke Final India Open
Pedro Matos, Pemain yang Dulu Kabur dari Tavares, Kini Bersatu di Persebaya
Jonatan Christie Taklukkan Loh Kean Yew dalam Duel Sengit, Lolos ke Final India Open