Yang menarik, hubungannya dengan Bernardo Tavares. Sang pelatih punya andil besar dalam perkembangan karier Sananta dulu. Kalau sampai terjadi reuni di Surabaya, itu bisa jadi kombinasi yang berbahaya. Mereka sudah saling paham, dan itu bisa langsung diterapkan di lapangan.
Dengan mengincar pemain-pemain berlabel Timnas, Persebaya jelas menunjukkan ambisinya. Mereka tak cuma mau sekadar bertahan, tapi bersaing di puncak. Kombinasi pemain asing baru dan target lokal berkualitas ini diharapkan bisa mendongkrak posisi mereka di klasemen.
Mari kita lihat lebih dekat soal Witan Sulaeman. Pemain kelahiran Palu ini memang diakui sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia saat ini. Sebagai winger, kecepatan dan akselerasinya sering bikin pusing bek lawan.
Kariernya melesat berkat penampilan impresif di berbagai level Timnas, dari usia muda sampai senior. Keberaniannya menghadapi bek lawan satu lawan satu dan kemampuannya menciptakan peluang jadi modal utamanya.
Pengalaman main di luar negeri, baik di Eropa maupun Asia Tenggara, juga membentuknya. Witan punya wawasan taktik dan mental yang mungkin lebih matang dibanding pemain lain yang seusia. Di level klub, dia cukup fleksibel. Bisa di sayap, bisa juga dimainkan lebih ke tengah sebagai second striker, tergantung kebutuhan pelatih.
Dengan usia yang masih produktif dan segudang pengalaman, Witan adalah aset berharga. Kehadirannya di Persebaya, jika terwujud, bisa jadi katalis untuk mendorong Bajul Ijo ke papan atas klasemen. Semuanya kini tinggal menunggu keputusan dari ruang negosiasi.
Artikel Terkait
Mbappe Siap Pimpin Madrid Bangkit dari Duka
Glasner Buka Suara: Keputusan Hengkang dari Crystal Palace Sudah Bulat
PSIS Semarang Gempur Bursa Transfer, Empat Pemain Lokal Dilepas
Fajar/Fikri Tak Puas Hanya Jadi Raja Runner-up