Jakarta, Kamis sore ini (15/1/2026), suasana tegang sudah terasa. Di sebuah studio di Kebon Jeruk, nasib Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 akan ditentukan. Drawing turnamen regional paling bergengsi di Asia Tenggara itu digelar, menandai awal perjalanan panjang skuad Garuda. Dan posisi mereka? Sudah dipastikan di Pot 3. Itu artinya, risiko bertemu raksasa sejak fase grup terbuka lebar.
Ini sekaligus menjadi titik awal era baru. John Herdman, sang pelatih asal Inggris, kini memikul beban ekspektasi yang luar biasa besar. Tugasnya jelas tapi berat: memutus kutukan juara yang sudah membelit Indonesia sejak Piala AFF pertama digelar tiga dekade lalu, tepatnya 1996. Mimpi itu belum pernah terwujud.
Namun begitu, tantangan untuk Herdman datang lebih cepat. Dia harus merancang strategi tanpa mengandalkan sejumlah pemain bintang inti. Alhasil, fokusnya beralih ke pemaksimalan potensi pemain-pemain muda yang diharapkan menjadi tulang punggung tim. Ujian pertama sudah di depan mata.
Posisi di Pot 3 sendiri bukan tanpa alasan. Ini cerminan dari performa mengecewakan di edisi sebelumnya, di mana Indonesia mentok di fase grup. Status di kawasan ASEAN pun turun. Imbasnya, jalan yang harus dilalui di Piala AFF 2026 dipastikan lebih berliku dan penuh duri.
Ancaman "Grup Neraka" dan Ujian Mental
Duduk di Pot 3, skenario terburuk sangat mungkin terjadi. Indonesia berpeluang masuk ke dalam apa yang sering disebut "grup neraka". Bagaimana tidak? Setiap grup akan diisi satu wakil dari Pot 1 dan satu dari Pot 2.
Artikel Terkait
Tiga Pembalap MotoGP Dipaksa Ganti Nomor, Salah Satunya Akibat Marquez Rebut Gelar
Fabregas dan Como: Cinta, Komitmen, dan Ujian Berat Melawan Milan
Fabregas Siap Hadang Milan: Kami Tak Akan Kasih Ruang Sedikitpun!
Tiga Harapan Indonesia Hadapi Ujian Berat di India Open 2026