Selepas jeda, keadaan malah makin runyam. Ganda China bermain sangat solid, seolah tak mau memberi harapan lagi. Lanny/Tiwi terlihat keteteran, kehilangan ide untuk menyerang. Gim kedua pun berakhir cepat, 11-21.
Memasuki gim penentu, beban psikologis jelas terlihat. Lanny/Tiwi masih kesulitan. Mereka tertinggal 2-6, sempat mendekat jadi 5-6, tapi lagi-lagi tertinggal 6-11 di interval. Untuk bisa bangkit, mereka harus nyaris sempurna dan minim error.
Sayangnya, itu tak terjadi. Setelah interval, pertahanan Liu/Tan seperti benteng. Setiap serangan Indonesia diantisipasi dengan baik. Lawan bermain variatif, membuat Lanny/Tiwi pontang-panting di area pertahanan sendiri. Beberapa smash masih bisa dilepas, tapi hampir selalu dikembalikan dengan rapi. Poin demi poin lepas, pertandingan berakhir dengan skor 9-21 untuk gim ketiga.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Lanny/Tiwi di babak 32 besar. Lawan mereka, Liu/Tan, memang tampil lebih konsisten dan cerdas membaca permainan. Untuk ganda putri Indonesia, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam menjaga stabilitas permainan di saat tekanan datang bertubi-tubi.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Curiga Lawan Rusak Shuttlecock di India Open
Persebaya Pacu Adaptasi dan Persaingan Jelang Paruh Musim Kedua
Herdman: Tekanan Bukan Momok, Tapi Bahan Bakar Garuda
Herdman Resmi Ambil Alih, Era Baru Timnas Indonesia Dimulai