Di tengah kekacauan itu, eksekusi penalti berjalan. Hakan Calhanoglu, dengan tenang, mendaratkan bola di jala. Skor berubah 2-1 untuk Inter, dan atmosfer di San Siro pun jadi semakin mencekam.
Namun begitu, Napoli tak menyerah. Hanya beberapa menit setelah kejadian itu, Scott McTominay berhasil menyamakan kedudukan. 2-2. Gol itu seperti penawar racun, setidaknya untuk sementara, menjaga asa tim tamu.
Insiden dengan Conte, tentu saja, jadi buah bibir. Lagi-lagi, VAR dan keputusan wasit menjadi bahan perdebatan sengit. Konsistensi? Itu pertanyaan besar yang terus menggantung di Serie A.
Laga sendiri berakhir dengan ketegangan yang tak kunjung reda. Adu argumen, saling sindir, emosi yang meluap-luap semua mewarnai duel bergengsi ini hingga peluit panjang berbunyi.
Malam di Milan ini bukan cuma tentang dua gol balasan. Ini tentang drama, tentang emosi yang meledak di level tertinggi sepak bola. Dan di pusat pusaran badai itu, berdiri Antonio Conte, seorang pelatih yang pertunjukan amukannya hampir mencuri seluruh perhatian.
Artikel Terkait
Barcelona Pertimbangkan Tur Asia 2026 untuk Penuhi Aturan Finansial La Liga
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono