Namun begitu, sorotan utama tetap pada situasi bola mati. Lemparan ke dalam Parma, menurut Grosso, punya kualitas khusus dan sering jadi pemicu peluang berbahaya. Konsentrasi total dari lini belakang Sassuolo mutlak diperlukan.
“Iya, itu salah satu karakteristik mereka. Mereka sangat bagus dalam situasi itu,” akui Grosso.
Tapi jangan salah. Meski mengakui keunggulan lawan, pelatih asal Italia itu tak mau timnya hanya pasif. Ia mengingatkan bahwa Sassuolo sendiri punya statistik bola mati yang cukup bagus. Rencananya, mereka akan memakai kelebihan itu untuk menetralisir ancaman dan sekaligus mencari celah untuk balas menyerang.
“Kami punya statistik yang baik. Kami akan coba maksimalkan itu untuk menutupi statistik lawan. Mencari tindakan balasan,” tegasnya.
Poin jelas jadi tujuan utama kedua tim. Posisi di klasemen masih bisa berubah, dan kemenangan di laga seperti ini bernilai emas. Fokus, disiplin, dan antisipasi terhadap hal-hal kecil seperti lemparan ke dalam yang sering diabaikan bakal menentukan siapa yang pulang dengan hasil memuaskan.
Peringatan dari Grosso sudah diberikan. Sekarang, semua mata tertuju pada Jay Idzes dan kawan-kawan. Bisakah mereka menjawab tantangan itu di lapangan hijau? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Derby Panas Persib vs Persija: Tiket Ludes, GBLA Siap Jadi Lautan Biru
Duel Tak Terduga di Auckland: Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Saling Jegal di Perempat Final
Malam Kelam Jay Idzes: Backpass Fatal Picu Gol Mudah Juventus
Fajar/Fikri Siap Hadapi Gelombang Baru di Malaysia Open 2026