Di sisi lain, titik balik justru datang dari Denmark. Kepindahannya ke FC Copenhagen pada 2021 membawa angin segar. Di sana, ia menjadi pilar penting dan tampil konsisten. Performa inilah yang kemudian menarik perhatian raksasa Bundesliga, Borussia Monchengladbach, yang merekrutnya di musim panas 2025.
Kini, dengan bekal merasakan langsung atmosfer kedua liga, Diks merasa lebih cocok dengan gaya Bundesliga. Ia merasa punya ruang lebih besar untuk berkembang dan bersaing secara konsisten. Kesempatan bermain yang reguler jelas menjadi faktor krusial bagi seorang pemain.
“Saya menyukai kedua liga tersebut, tetapi jika harus memilih, saya akan memilih Bundesliga,”
Begitu penegasannya. Sekarang, di usia 29 tahun, pengalaman panjangnya di Belanda, Italia, Denmark, dan Jerman menjadi modal berharga. Bersama Monchengladbach, Kevin Diks bertekad memaksimalkan peluang dan terus membuktikan diri di kancah tertinggi Eropa. Perjalanannya menunjukkan, terkadang jalan memutar justru membawa kita ke tempat yang tepat.
Artikel Terkait
Puig: Marquez Bukan Hanya Juara, Tapi Tonggak Sejarah Olahraga
Marini Yakin Bagnaia Bisa Bangkit, Tantang Dominasi Marquez di MotoGP 2026
Sopir Pribadi Anthony Joshua Menghadapi Dakwaan Usai Kecelakaan Maut di Nigeria
Masa Depan Maresca di Chelsea Terancam, Lima Nama Ini Siap Menggantikan