ENSCHEDE Drama antara Mees Hilgers dan FC Twente tampaknya belum berakhir. Tapi setidaknya, ada secercah harapan. Menurut laporan media Belanda, Football Transfers, kedua belah pihak berencana untuk kembali duduk satu meja pada Januari 2026 nanti. Mereka akan membuka kembali jalur komunikasi yang sudah lama beku, membahas nasib sang bek yang kini berusia 24 tahun itu.
Hubungan mereka memang sudah memanas sejak lama. Akar masalahnya klasik: kontrak. Hilgers menolak tawaran perpanjangan dari manajemen klub. Situasi ini berpotensi merugikan Twente, karena pemainnya bisa pergi secara gratis pada musim panas 2026. Sebagai respons, Hilgers pun disingkirkan dari skuad utama.
Belum lagi cedera robek ligamen yang dialaminya. Kombinasi antara persoalan kontrak dan cedera itu membuatnya belum sekalipun turun bermain sejak Mei lalu. Relasinya dengan klub pun memburuk dengan cepat.
Namun begitu, angin perubahan mulai berhembus.
Football Transfers mengungkapkan, pembicaraan serius akan digelar pada Januari mendatang. "Sudah cukup lama sejak kedua pihak terakhir kali berbicara," tulis laporan mereka yang dikutip Jumat (26/12/2025). "Tentu saja, apa yang akan dihasilkan dari pembicaraan ini masih menjadi pertanyaan."
Lalu, solusi seperti apa yang paling mungkin?
Menurut sejumlah analisis, opsi realistisnya adalah perpanjangan kontrak jangka pendek. Katakanlah, satu atau dua musim saja. Hilgers dikabarkan tidak tertarik dengan ikatan jangka panjang. Skema seperti ini dianggap menguntungkan semua pihak.
Bagi FC Twente, ini memberi kesempatan untuk tetap mendapatkan uang transfer di kemudian hari. Bagi Hilgers, ini adalah peluang berharga untuk membuktikan diri lagi. Dia perlu menunjukkan bahwa kualitasnya masih sama, meski sempat diterpa cedera panjang dan absen dari kompetisi.
"Memberi Twente kesempatan untuk tetap mendapatkan uang dari Hilgers," jelas laporan itu, "sementara Hilgers mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia masih sebaik sebelum cedera."
Jadi, akankah dia bertahan?
Pintu dialog mungkin terbuka, tapi masa depannya di Enschede masih sangat suram. Peluang untuk berpisah tetap besar, cepat atau lambat. Januari 2026 nanti akan menjadi momen krusial. Bulan itu akan menentukan apakah konflik panjang ini akhirnya berujung damai, atau justru menjadi awal dari perpisahan yang permanen bagi sang bek dan The Tukkers.
Artikel Terkait
Persib Dibantai Ratchaburi 3-0, Misi ke Babak Selanjutnya ACL Two Hampir Mustahil
FIGC Selidiki Antonio Conte Diduga Hina Wasit di Coppa Italia
Barcelona Tanpa Rashford Hadapi Atletico di Semifinal Copa del Rey
Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Muda dengan Sliding Tackle Terbanyak di Eropa