Di sisi lain, Souza tak menutup-nutupi performa buruk anak asuhnya. Baginya, kekalahan malam itu bukan sekadar soal nasib sial atau kontroversi wasit. Timnya, menurutnya, tampil di bawah standar.
"Saya pikir malam ini bukan malam yang indah bagi kami," ucapnya dengan nada datar. "Pada babak pertama, kami sebenarnya lebih dominan, namun permainan kami jauh dari standar yang biasa kami tampilkan."
Identitas permainan Persija, katanya, hilang sepanjang laga. Tidak ada kreativitas, duel-duel di lapangan tak dimenangi, dan rencana taktik yang disiapkan sama sekali tidak berjalan. Semuanya berantakan.
Konsekuensi dari kekalahan ini pun nyata. Peluang menyalip Persib Bandung di klasemen sirna. Persija kini tertahan di peringkat ketiga dengan 29 poin, terpaut dua angka dari rival abadinya itu. Perjalanan panjang musim ini masih tersisa, tapi malam kelam di Padang ini pasti akan jadi bahan introspeksi yang panjang bagi Souza dan skuadnya. Mereka pulang bukan cuma tanpa poin, tapi juga dengan segudang tanda tanya.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026