Operasi besar-besaran Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya membuahkan hasil. Mereka berhasil meringkus seorang bandar sabu kelas kakap, Dewi Astutik alias PA (43). Yang mencengangkan, wanita ini disebut-sebut mengendalikan peredaran tidak kurang dari 2 ton sabu dari Kamboja, dengan nilai pasar yang fantastis: sekitar Rp 5 triliun.
Latar belakang Dewi ternyata tak biasa. Sebelum terjerat dunia gelap narkoba, hidupnya tampak biasa saja, bahkan terhormat.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan hal ini saat dikonfirmasi, Kamis lalu.
"Setelah kami dalami, ternyata sebelumnya dia bekerja di beberapa tempat kursus di Kamboja. Mengajar bahasa Inggris sampai Mandarin. Penghasilannya waktu itu bisa mencapai Rp 20 juta per bulan angka yang cukup lumayan," ujar Suyudi.
Menurut penelusuran BNN, Dewi pertama kali menginjakkan kaki di Kamboja pada Februari 2023. Perjalanan hidupnya di sana ternyata berliku. Tak hanya mengajar, dia sempat pula terlibat dalam operasi scamming atau penipuan daring, meski hanya bertahan sebulan.
Namun, titik baliknya terjadi di awal 2024. Dari dunia penipuan, langkahnya justru melenceng lebih jauh ke jurang yang lebih dalam: narkotika. Di situlah dia berjumpa dengan seorang warga Nigeria yang dikenal dengan inisial DON, sosok yang dijuluki 'Godfather'. Pertemuan itulah yang kemudian menjadi awal kerjasama gelap mereka.
Bersama sang 'Godfather', Dewi dikatakan merancang jaringan perdagangan sabu-sabu lintas negara. Ambisi mereka besar, jaringan mereka luas. Tapi semua itu akhirnya harus berakhir di tangan BNN.
Artikel Terkait
Pemprov Banten Perluas Program Sekolah Gratis ke Madrasah Aliyah Mulai Juli 2026
AHY: Tak Malu Kalah di Pilkada Jakarta 2017, Politik Bukan Proses Instan
Pramono Anung Nilai Hubungan Pemprov DKI dengan Buruh Paling Kondusif, UMP Dibahas Tanpa Gejolak
KSP Bantah Tudingan Amien Rais soal Kedekatan Seskab Teddy dengan Presiden Prabowo