Alasan fans merindukan Shin Tae-yong tentu bukan tanpa dasar. Rekam jejaknya selama lima tahun membesut Garuda terbilang solid. Bayangkan, saat pertama kali dia datang, Indonesia terpuruk di peringkat 173 dunia. Perlahan tapi pasti, dia membangun tim dari nol.
Hasilnya? Sebelum kontraknya berakhir awal tahun 2025, Indonesia sudah melesat ke posisi 127 FIFA. Itu sebuah lonjakan yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola kita. Dia berhasil menancapkan fondasi permainan, membawa semangat baru, dan mencetak beberapa prestasi di ajang internasional.
Di sisi lain, capaian itulah yang kini jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, itu alasan kuat untuk membawanya kembali. Tapi di sisi lain, itu juga membuat ekspektasi publik melambung tinggi. Tekanannya pasti akan lebih besar.
Kini, bola sepenuhnya ada di pihak PSSI. Apakah mereka akan mendengarkan teriakan suporter, atau punya pertimbangan lain? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, Shin Tae-yong sudah menyampaikan rasa terima kasihnya. Langkah selanjutnya, tinggal menunggu panggilan yang entah kapan atau bahkan apakah akan datang.
Artikel Terkait
Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya
Ragnar Oratmangoen: Pintu Transfer ke Persebaya Mulai Terbuka?
Duel Sengit Indonesia di Semifinal Thailand Masters, Tiga Tiket Final Sudah Di Kantong
Babak Play-Off Liga Champions: Jalan Berduri Menuju 16 Besar