Tangis haru Ratchanok Intanon mewarnai kemenangannya. Pebulu tangkis Thailand yang kerap dijuluki supercantik itu akhirnya bisa melepas dahaga: meraih medali emas di nomor tunggal putri SEA Games 2025. Sebuah pencapaian yang lama dinantikan.
Namun begitu, ada rasa pahit bercampur manis. Ini dipastikan jadi medali emas pertama dan terakhirnya di nomor perorangan. Ya, SEA Games 2025 adalah penampilan terakhir Intanon di ajang regional itu.
Nama Ratchanok Intanon sudah sangat dikenal. Dia adalah andalan Thailand, seorang juara dunia di usia 18 tahun. Prestasinya mentereng.
Tapi siapa sangka? Di balik segudang gelar, ada satu hal yang selalu luput: emas SEA Games untuk nomor individu. Dia pernah meraih perak pada 2019. Beberapa emas lainnya ia dapatkan, tapi itu semua dari nomor beregu. Rasanya seperti ada yang belum lengkap.
Kini, semua itu berakhir. Di final, ia mengalahkan rekan senegaranya, Supanida Katethong, dengan dua game langsung: 21-19 dan 21-7. Dahaga itu akhirnya terlampiaskan.
Usai pertandingan, emosi Intanon tak terbendung. Dia duduk membungkuk di lapangan, menangis. Bukan cuma karena menang, tapi karena ini adalah perpisahan.
Di sisi lain, usianya yang sudah menginjak 30 tahun jadi pertimbangan. SEA Games lebih sering diisi atlet-atlet muda. Waktunya baginya untuk memberi jalan.
Selain di tunggal, Intanon juga sukses membawa tim beregu putri Thailand meraih emas. Itu menjadi medali emas keempatnya di nomor beregu. Sebuah akhir karier SEA Games yang sempurna, penuh dengan air mata kelegaan dan ucapan selamat tinggal.
Artikel Terkait
Thales Lira Kirim Kode ke PSS Sleman Usai Tersingkir dari Skuad Persija
Beckham Putra Tantang Persija: Siap Cetak Gol dan Selebrasi di SUGBK
Persija Siap Jadi Antagonis di El Clasico, Incar Jegal Hattrick Persib demi Buka Jalan Borneo FC
Manchester United Ajukan Tawaran Kontrak ke Gelandang Atalanta Ederson