Menurutnya, satu hal yang paling krusial saat ini adalah bagaimana caranya agar para pemain bisa segera melupakan kegagalan itu. Fokus harus segera beralih ke laga berikutnya, yaitu saat berhadapan dengan Myanmar pada 12 Desember nanti. Hasil positif di pertandingan itu mutlak diperlukan.
Lalu, apa saja yang sudah dilakukan? Sumardji membeberkan upaya timnya. Mereka mengajak pemain makan bersama, berdiskusi, dan melakukan pendekatan secara kolektif. Semua pihak dilibatkan, mulai dari Pelatih Kepala, Asisten, hingga ofisial seperti tim pijat dan fisioterapi.
Di sisi lain, tekanan memang sedang tinggi-tingginya. Tapi upaya pemulihan mental ini diharapkan bisa menjadi fondasi untuk penampilan yang lebih baik. Semua mata kini tertuju pada laga krusial melawan Myanmar itu.
Artikel Terkait
Barcelona Kunci Fermin Lopez Sampai 2031 Usai Kehilangan Mutiara La Masia
Persipura Jayapura Persembahkan Kemenangan untuk Sang Legenda, Mettu Dwaramury
Souza Tegaskan: Tak Ada Tikas Gratis untuk Pemain Anyar Persija
Herdman: Keragaman Pemain Timnas Indonesia Bukan Halangan, Tapi Senjata