Putri KW Bangkit dari Tekanan, Bawa Indonesia Raih Poin Penting di Final SEA Games

- Rabu, 10 Desember 2025 | 11:30 WIB
Putri KW Bangkit dari Tekanan, Bawa Indonesia Raih Poin Penting di Final SEA Games

Rabu pagi waktu Indonesia, suasana di Gymnasium Thammasat University Rangsit Campus cukup mencekam. Di final Beregu Putri SEA Games 2025, Indonesia menggantungkan harapan pada Putri Kusuma Wardhani. Lawannya, Pornpawee Chochuwong dari Thailand, jelas bukan lawan main-main. Tapi hasilnya? Putri KW berhasil menyumbang poin penting untuk Indonesia lewat kemenangan tiga gim: 21-8, 13-21, dan 21-15.

Gim pertama berjalan nyaris sempurna. Setelah skor sempat menyentuh 5-5, Putri langsung menunjukkan taringnya. Dia menjauh dengan keunggulan 9-5, lalu menutup interval dengan 11-6. Usai jeda pendek, permainannya makin beringas. Lima poin beruntun dia sabet, membuatnya unggul jauh 15-6. Gim pertama pun ditutup dengan gemilang, 21-8 untuk Indonesia.

Namun begitu, gim kedua ceritanya berbeda. Pornpawee bangkit. Dia tampil jauh lebih agresif dan akurat, berbalik menguasai alur permainan. Wakil Thailand itu unggul 3-7, lalu memperlebar jarak di interval menjadi 5-11. Putri seperti kehilangan ritme, dan meski berusaha mengejar, skor 7-15 menunjukkan betapa sulitnya situasi itu. Gim kedua akhirnya harus ia lepas dengan skor 13-21.

Nah, gim penentu berlangsung sengit. Keduanya saling sikut, skor pun sempat berimbang di 6-6. Bahkan, Putri sempat tertinggal 7-11 dan tekanan dari penonton tuan rumah makin terasa. Tapi, inilah momen mental diuji.

Setelah interval gim ketiga, sesuatu berubah. Putri tampak lebih tenang, lebih fokus. Poin demi poin dia raih, hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Momentum sudah berpindah. Dari situ, dia seperti mendapat energi tambahan, menjauh, dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-16. Sorak-sorai tim Indonesia pun pecah.

Sebuah kemenangan yang diperjuangkan mati-matian. Bukan hanya soal teknik, tapi juga mental untuk bangkit setelah sempat terjatuh.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar