Sebuah minibus terbakar hebat di sebuah jalan raya di selatan Zimbabwe. Polisi mengonfirmasi korban tewas mencapai 18 orang dalam insiden mengerikan itu.
Menurut laporan AFP, Jumat lalu, kecelakaan ini termasuk yang paling parah dalam beberapa bulan belakangan. Jalan-jalan di negara itu, penuh dengan lubang dan rusak parah setelah bertahun-tahun tak terurus, sering disebut-sebut sebagai biang keladi utama tingginya angka kematian di jalan raya.
Sampai saat ini, apa yang memicu kobaran api masih jadi misteri. Pihak berwenang masih berusaha mengumpulkan fakta.
“Kami masih menyelidiki detail kejadiannya,” ujar juru bicara polisi, Paul Nyathi.
Gambar-gambar yang beredar di internet memperlihatkan pemandangan yang suram: rangka minibus yang sudah hangus total teronggok di tepi Jalan Bulawayo-Beitbridge. Jalan utama ini jadi penghubung vital antara Zimbabwe dan Afrika Selatan.
Di sisi lain, kehidupan sehari-hari banyak warga Zimbabwe memang bergantung pada taksi minibus swasta, atau yang akrab disebut ‘kombi’. Sayangnya, moda transportasi ini punya reputasi buruk. Mereka sering kelebihan muatan, plus gaya menyetir pengemudinya yang ugal-ugalan.
Belum lagi soal aturan. Pelanggaran di sana-sini membuat banyak kendaraan yang sebenarnya tidak layak jalan masih tetap beroperasi, mengangkut penumpang dengan risiko tinggi.
Ini bukan insiden pertama yang memilukan. Awal bulan ini saja, seorang perempuan dan lima anaknya meregang nyawa setelah mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk barang di jalan penghubung lain menuju Afrika Selatan.
Kalau kita mundur ke tahun 2018, tragedinya bahkan lebih dahsyat. Saat itu, ledakan tabung gas di dalam sebuah bus menewaskan sedikitnya 42 penumpang. Serangkaian musibah ini seperti pengingat kelam tentang betapa rapuhnya keselamatan di jalan raya Zimbabwe.
Artikel Terkait
Messi Resmi Jadi Pemilik Klub Divisi Lima Spanyol, UE Cornellà
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Serangan Israel Tewaskan 7 Warga Sipil di Lebanon Selatan Jelang Gencatan Senjata