Waspada! Benarkah Game Online Pemicu Insiden SMAN 72 Jakarta? Ini Kata DPR

- Rabu, 12 November 2025 | 11:35 WIB
Waspada! Benarkah Game Online Pemicu Insiden SMAN 72 Jakarta? Ini Kata DPR
Pembatasan Game Online Dinilai Perlu Kehati-hatian Pasca Insiden SMAN 72 Jakarta

Pembatasan Game Online Dinilai Perlu Kehati-hatian Pasca Insiden SMAN 72 Jakarta

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menekankan pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam menilai kaitan antara game online dengan kejadian ledakan di SMAN 72 Jakarta. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap ekosistem digital yang diakses oleh anak-anak dan remaja.

"Saya memahami keresahan masyarakat yang muncul pasca insiden di SMAN 72 Jakarta. Ini adalah momentum krusial bagi semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama dan mengevaluasi secara mendalam ekosistem digital bagi generasi muda Indonesia," ujar Dave Laksono dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Dave mengingatkan agar wacana pembatasan game online dirumuskan dengan proporsional dan didasarkan pada data serta kajian yang akurat. Ia menolak kebijakan yang bersifat menyamaratakan tanpa mempertimbangkan berbagai aspek.

"Tidak semua jenis game aksi memiliki dampak buruk. Faktor kuncinya terletak pada bagaimana konten tersebut dikonsumsi, siapa penggunanya, dan seberapa efektif pengawasannya. Kebijakan pembatasan yang terlalu umum justru berpotensi mematikan nilai edukasi, kreativitas, dan potensi ekonomi dari industri game yang sangat besar," jelasnya lebih lanjut.

Ia juga mengakui bahwa pengawasan terhadap game online, yang bersifat lintas batas negara, merupakan tantangan yang tidak mudah. Untuk itu, diperlukan pendekatan yang multi-dimensional dan melibatkan berbagai pihak.

"Solusi yang diperlukan adalah penerapan sistem rating konten yang lebih ketat dan jelas, peningkatan literasi digital dalam kurikulum pendidikan, serta peran proaktif orang tua dan keluarga dalam mengawal aktivitas digital anak. Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan regulasi semata, tetapi harus diperkuat dengan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan penuh dari lingkungan sosial anak," punggas Dave menutup pernyataannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar