Iran Tegaskan Komitmen Perdamaian, Tolak Paksaan Hentikan Program Nuklir dan Rudal
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya menginginkan perdamaian namun tidak akan tunduk pada paksaan untuk menghentikan program nuklir dan rudal. Pernyataan ini disampaikan menanggapi pertanyaan Iran mengenai kemungkinan pencabutan sanksi Amerika Serikat.
Iran Siap Berunding dengan Syarat Tidak Ada Paksaan
Presiden Pezeshkian menyatakan kesediaan Iran melakukan perundingan dalam kerangka internasional. Namun, ia menegaskan penolakan tegas terhadap tekanan untuk menghentikan program nuklir dan rudal.
"Kami bersedia mengadakan perundingan di bawah kerangka kerja internasional, tetapi tidak jika mereka mengatakan Anda tidak dapat memiliki ilmu pengetahuan (nuklir), atau hak untuk mempertahankan diri (dengan rudal)," tegas Pezeshkian dalam pernyataannya.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang