Mamdani, yang merupakan seorang politikus Muslim dari Partai Demokrat, sebelumnya menjabat sebagai legislator negara bagian New York yang mewakili wilayah Queens. Kemenangannya dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dianggap mengejutkan, karena ia berhasil mengungguli mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo.
Kemenangan ini memicu reaksi keras dari Donald Trump. Melalui serangkaian postingan di media sosial, Trump menyerang berbagai hal tentang Mamdani, mulai dari penampilan, suara, hingga tingkat kecerdasannya.
Ancaman Trump dan Komentar Terkait Warga Yahudi
Menjelang hari pemilihan, Trump masih melanjutkan serangannya. Ia mendesak warga New York untuk memilih Andrew Cuomo dan bahkan mengancam akan menahan dana federal untuk Kota New York jika Mamdani menang.
Tidak berhenti di situ, Trump juga melontarkan komentar kontroversial yang menyebut setiap warga Yahudi yang memilih Mamdani sebagai 'orang bodoh'. Komentar ini semakin memanaskan situasi dan menegaskan polarisasi politik yang terjadi.
Dengan terpilihnya Zohran Mamdani, New York tidak hanya mendapatkan pemimpin baru, tetapi juga mengukir sejarah baru dengan memiliki Wali Kota beragama Islam untuk pertama kalinya.
Artikel Terkait
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia
Kemenimipas Siapkan 2.460 Titik Kerja Sosial Gantikan Jeruji Besi
BRI Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Program Klaster Usaha
Trump Kritik Ekspresi Wartawati Saat Ditanya Soal Kasus Epstein