Ada dua jenis QRIS yang populer sebagai metode pembayaran digital: QRIS Tap dan QRIS biasa (scan barcode). Keduanya menawarkan kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai, namun dengan cara kerja yang berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan QRIS Tap dan QRIS biasa untuk membantu Anda memahaminya.
Apa Itu QRIS? Standar Pembayaran Digital Indonesia
QRIS, singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, adalah standar QR Code nasional yang ditetapkan Bank Indonesia. Tujuannya adalah memfasilitasi transaksi pembayaran yang lebih cepat, mudah, aman, dan andal di seluruh Indonesia. Dengan QRIS, pengguna hanya perlu memindai kode QR untuk menyelesaikan pembayaran.
Perbedaan Mendasar: QRIS Tap vs QRIS Biasa
Meski sama-sama bagian dari sistem QRIS, keduanya memiliki perbedaan teknis yang signifikan. Berikut adalah tabel perbandingan lengkap antara QRIS Tap dan QRIS Biasa berdasarkan cara kerja, biaya, dan kompatibilitas perangkat.
1. Definisi dan Cara Kerja
QRIS Tap (Tanpa Pindai): Metode pembayaran menggunakan teknologi NFC (Near Field Communication). Proses transaksi dilakukan dengan mendekatkan (tap) smartphone ke terminal pembayaran, tanpa perlu memindai kode QR.
QRIS Biasa (Scan Barcode): Metode pembayaran klasik dengan cara memindai atau menscan kode QR yang ditampilkan merchant menggunakan kamera smartphone.
Artikel Terkait
Kemacetan Panjang Landa Tol Jagorawi, Volume Kendaraan Meningkat Jadi Pemicu
Jakarta Lenggang, Perjalanan Depok-Jakarta Hanya 20 Menit Saat Gelombang Mudik
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana, Menteri Dilarang Wajibkan Halalbihalal
Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Arus Mudik Lebaran