Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Dikaji Ulang, Kontroversi Meningkat
Ketua DPP PDI Perjuangan, Yasonna Laoly, meminta Presiden untuk mengkaji ulang usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden RI ke-2, Soeharto. Permintaan ini disampaikan menyusul tingginya kontroversi dan pro-kontra di masyarakat mengenai wacana tersebut.
PDI Perjuangan Minta Kajian Matang Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Yasonna Laoly menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional harus dikaji dengan sangat baik. Ia menyoroti adanya reaksi pro dan kontra yang sangat besar dari publik. Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025), Yasonna berharap proses ini dilakukan dengan kehati-hatian.
Pemberian Gelar Harus Selaras dengan Semangat Reformasi
Yasonna juga menekankan bahwa keputusan mengenai gelar pahlawan untuk Soeharto harus dilandasi oleh semangat reformasi dan keputusan MPR sebelumnya. Ia melihat bahwa gerakan atau usulan ini memicu kontroversi yang sangat tinggi, sehingga memerlukan penjelasan yang lebih lengkap dan sempurna dari pemerintah.
Hal ini dinilai penting untuk mencegah timbulnya kontroversi yang lebih besar di kemudian hari. Yasonna menginginkan transparansi dan kejelasan agar masyarakat dapat memahami dasar pertimbangan pemberian gelar tersebut.
Istana Terima Daftar Usulan, Termasuk Nama Soeharto
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Istana telah secara resmi menerima daftar tokoh yang diusulkan untuk menerima gelar pahlawan nasional. Daftar ini merupakan hasil dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kementerian Sosial dan saat ini sedang dipelajari secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo menyatakan bahwa nama Soeharto termasuk di antara tokoh-tokoh yang diusulkan. Keputusan akhir pemberian gelar pahlawan nasional sepenuhnya berada di tangan Presiden Republik Indonesia.
Artikel Terkait
GAC E8 Resmi Meluncur di IIMS 2026, Usung MPV Hybrid 7-Seater dengan Fokus Kenyamanan Premium
Trump Tolak Minta Maaf atas Video Rasis Obama, Sebut Kesalahan Staf
Polisi Selamatkan Empat Anak Korban TPPO, 10 Tersangka Ditetapkan
Astra Daihatsu Buka Peluang Umroh Lewat Program DAIFIT 2026