Masa Cikeas Gelap Pasca Ani Yudhoyono & Proses Healing SBY Menurut AHY

- Senin, 03 November 2025 | 23:55 WIB
Masa Cikeas Gelap Pasca Ani Yudhoyono & Proses Healing SBY Menurut AHY

AHY Kenang Masa "Cikeas Gelap" Pasca Kepergian Ani Yudhoyono dan Proses Healing SBY

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan periode kelam yang dialami keluarganya setelah meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyebut masa itu sebagai "dua tahun Cikeas gelap" dimana rumah mereka kehilangan energi dan aura politiknya.

Proses Pemulihan SBY Setelah Kehilangan

Dalam peluncuran buku "The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY" karya Merry Riana di Jakarta, AHY mengungkap sisi pribadi ayahnya. Ia menceritakan bagaimana SBY mampu menemukan sumber kebahagiaan baru pasca kepergian sang istri.

"Purna tugas juga tetap bisa mendapatkan sumber-sumber kebahagiaan, bahkan setelah ditinggal belahan jiwanya, healing after a great loss," ujar AHY.

Transformasi SBY Menjadi Seniman dan Pebisnis

AHY mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan SBY bangkit dari kesedihan melalui karya-karya kreatif. Mantan Presiden RI ke-6 ini berhasil bertransformasi menjadi:

  • Pelukis
  • Penulis puisi
  • Pencipta lagu
  • Pendiri tim bola LavAni yang telah empat kali juara

Pelajaran Hidup tentang Kebahagiaan dari SBY

AHY membagikan filosofi hidup yang dipegang teguh oleh ayahnya: "Happiness is something to fight for. It's not given". Menurutnya, SBY merupakan sosok yang pandai menata hati dan mengajarkan bahwa kebahagiaan harus diperjuangkan, bukan diharapkan dari orang lain.

Proses Panjang di Balik Kesuksesan

Meski banyak yang berkomentar bahwa segala yang disentuh SBY selalu berhasil, AHY mengingatkan pentingnya melihat proses panjang dibalik setiap kesuksesan. "Di balik itu semua ada proses panjang, kerja keras, jatuh bangun yang tidak mudah," pungkas AHY.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar