KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid: Dugaan Proyek PUPR dan 10 Orang Diamankan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Riau, Abdul Wahid. Operasi ini turut mengamankan sembilan orang lainnya, menjadikan total tersangka sebanyak 10 orang.
Dugaan Keterkaitan OTT KPK dengan Proyek Dinas PUPR
Muncul pertanyaan publik apakah operasi ini terkait dengan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Informasi yang beredar mengindikasikan OTT ini merupakan pengembangan dari pemeriksaan saksi-saksi terkait pembangunan flyover di Riau.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi mendalam. "Nanti kami akan update ya terkait itu apakah ini pengembangan dari perkara sebelumnya atau ini pengaduan masyarakat yang baru atau case building atau seperti apa," jelas Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2025).
KPK Masih Dalami Konstruksi Kasus dan Barang Bukti
Budi Prasetyo menegaskan bahwa tim masih bekerja di lapangan sehingga detail konstruksi perkara belum dapat diungkap secara lengkap. "Terkait dengan perkaranya, terkait dengan apa begitu ya, di bidang apa, kemudian konstruksinya seperti apa, itu nanti kami akan jelaskan," sambungnya.
Dalam operasi ini, KPK berhasil menyita sejumlah uang yang diduga kuat terkait kasus ini. "Tentunya ada sejumlah uang juga ya, nanti kami akan update soal itu," ujar Budi.
Status Hukum dan Tenggat Waktu Penanganan Kasus
Seluruh pihak yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai pemeriksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum resmi mereka, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Publik menanti perkembangan terbaru dari kasus OTT Gubernur Riau ini, sementara KPK terus bekerja untuk mengungkap fakta dan bukti hukum yang diperlukan.
Artikel Terkait
Kapolda Metro Jaya Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis dan Peringatkan Bahaya Kesalahan yang Mengecewakan Masyarakat
Saksi Sidang Korupsi TKA Kemnaker Ungkap Permintaan Hapus Bukti WhatsApp
Konflik Nelayan Pasuruan Berujung 11 Perahu Dibakar dan Dua Orang Terluka
KAI Buka Pemesanan Tiket Arus Balik Lebaran 2026 Mulai 6 Februari