Istana Buckingham menjelaskan bahwa langkah ini dianggap perlu meskipun Andrew membantah tuduhan. "Kecaman ini dianggap perlu, meskipun ia terus membantah tuduhan terhadapnya," jelas pernyataan resmi istana.
Raja Charles III disebut ingin menunjukkan simpati mendalam terhadap para korban pelecehan seksual. Komitmen kerajaan untuk mendukung korban dan penyintas pelecehan menjadi alasan utama di balik keputusan kontroversial ini.
"Yang Mulia ingin menegaskan bahwa pikiran dan simpati terdalam kami telah, dan akan tetap bersama, para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan," tegas pernyataan istana mengenai sikap kerajaan terhadap isu pelecehan seksual.
Menurut laporan, Andrew tidak mengajukan keberatan terhadap keputusan Raja Charles III. Spekulasi tentang nasib Andrew semakin menguat setelah catatan pribadi Virginia Giuffre diterbitkan pasca kematiannya, memberikan dampak signifikan terhadap citra kerajaan Inggris.
Artikel Terkait
Dubes Arab Saudi Tegaskan Keamanan dan Kelancaran Haji 2026 Tak Terganggu
Pesawat Hercules C-130 Angkatan Darat Kolombia Jatuh di Putumayo, 66 Orang Tewas
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat
Polsek Pakuhaji Patroli Dermaga Cituis, Ingatkan Nelayan Soal Aturan Keselamatan Kapal