Raja Charles III Cabut Gelar Kerajaan Pangeran Andrew, Usir dari Istana Windsor

- Sabtu, 01 November 2025 | 07:00 WIB
Raja Charles III Cabut Gelar Kerajaan Pangeran Andrew, Usir dari Istana Windsor

Raja Inggris, Charles III, secara resmi mencabut gelar kerajaan dari adiknya, Pangeran Andrew. Keputusan bersejarah ini juga mengusir Andrew dari kediamannya di Istana Windsor sebagai bentuk konsekuensi atas skandal pelecehan seksual yang melibatkannya.

Melalui pernyataan resmi Istana Buckingham yang dikutip AFP pada Jumat (31/10/2025), diumumkan: "Pangeran Andrew sekarang akan dikenal sebagai Andrew Mountbatten Windsor." Perubahan status ini menandai babak baru dalam hubungan keluarga kerajaan Inggris.

Proses pencabutan gelar kerajaan untuk Andrew telah dimulai secara formal oleh Raja Charles III. Selain kehilangan gelar, Andrew diperintahkan untuk segera pindah dari Kastil Windsor, mengosongkan kediaman mewah yang selama ini ditempatinya.

Keputusan tegas ini datang menyusul kemarahan publik terhadap tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan oleh salah satu korban utama Jeffrey Epstein terhadap Andrew yang berusia 65 tahun. Meskipun Andrew terus membantah semua tuduhan tersebut, tekanan publik memaksa kerajaan mengambil tindakan tegas.

Istana Buckingham menjelaskan bahwa langkah ini dianggap perlu meskipun Andrew membantah tuduhan. "Kecaman ini dianggap perlu, meskipun ia terus membantah tuduhan terhadapnya," jelas pernyataan resmi istana.

Raja Charles III disebut ingin menunjukkan simpati mendalam terhadap para korban pelecehan seksual. Komitmen kerajaan untuk mendukung korban dan penyintas pelecehan menjadi alasan utama di balik keputusan kontroversial ini.

"Yang Mulia ingin menegaskan bahwa pikiran dan simpati terdalam kami telah, dan akan tetap bersama, para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan," tegas pernyataan istana mengenai sikap kerajaan terhadap isu pelecehan seksual.

Menurut laporan, Andrew tidak mengajukan keberatan terhadap keputusan Raja Charles III. Spekulasi tentang nasib Andrew semakin menguat setelah catatan pribadi Virginia Giuffre diterbitkan pasca kematiannya, memberikan dampak signifikan terhadap citra kerajaan Inggris.

Komentar