Modus 'Profesor' Bersertifikat AS untuk Jerat Korban
Sindikat ini juga menjalankan aksinya dengan trik psikologis yang tinggi. Salah satu pelaku mengaku sebagai seorang 'profesor' yang memiliki sertifikat kualifikasi dari Amerika Serikat. Melalui iklan di media sosial, korban dirayu untuk bergabung ke grup WhatsApp dan mengikuti pelatihan trading.
Untuk membangun kepercayaan, pelaku kerap memberikan prediksi pergerakan saham yang ternyata tepat. Mereka kemudian menebar isu bahwa pasar saham akan runtuh pada bulan Juni dan menyarankan korban untuk beralih ke investasi aset kripto. Akibat modus ini, total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 3 miliar.
Tersangka Ditangkap dan Terancam Hukuman Berat
Ketiga tersangka telah ditangkap di Kalimantan Barat. Mereka kini ditahan dan terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun atas tindak pidana yang dilakukan.
Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan investasi crypto yang semakin beragam dan mengatasnamakan pihak-pihak yang terlihat kredibel.
Artikel Terkait
Kisah Penculikan Bocah Bekasi Berakhir di Atas Bus Bandung-Merak
DPR Apresiasi Langkah Cepat Danantara Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sumbar
BPKB Digital Resmi Hadir, Cek Data Kendaraan Cukup dari Ponsel
Waspada! Modus Penipuan E-Tilang Kembali Menyebar Lewat WhatsApp dan SMS