Pilot ATR 42 yang Hangat dan Berwibawa, Kenangan Tetangga di Tangerang untuk Capt Andy

- Senin, 19 Januari 2026 | 12:12 WIB
Pilot ATR 42 yang Hangat dan Berwibawa, Kenangan Tetangga di Tangerang untuk Capt Andy

Duka itu menyebar jauh melampaui lokasi jatuhnya pesawat. Di Perumahan PWS Blok AI 36, Tangerang, suasana haru dan pilu menyelimuti warga. Mereka kehilangan seorang tetangga, Capt Andy Dahananto, yang menjadi korban dalam musibah pesawat ATR 42-500 PK THT.

Andy, 52 tahun, dikenal sebagai sosok yang hangat dan berwibawa. Meski sibuk dengan tugasnya sebagai pilot, dia punya cara tersendiri untuk tetap dekat dengan lingkungannya.

Ketua RT setempat, Fransiskus, masih tak percaya dengan kabar duka itu.

"Pak Andy sudah tinggal di sini lebih dari tiga puluh tahun. Orangnya ramah, baik sekali. Walaupun jarang di rumah karena dinas, kalau ada waktu luang, beliau selalu menyempatkan diri ikut kegiatan warga. Kami semua kaget. Sungguh berduka," kenang Fransiskus, Senin (19/1).

Informasi awal tentang musibah itu sampai kepadanya dari warga lain, tepat setelah pesawat dilaporkan hilang kontak pada Jumat (16/1) sore. Saat itu, situasi masih penuh ketidakpastian.

"Saya coba konfirmasi ke keluarganya, tapi mereka pun masih mencari info. Akhirnya, kabar buruk itu benar adanya. Pak Andy menjadi korban pesawat yang jatuh di Maros," ujarnya.

Keluarga Berangkat ke Makassar

Di sisi lain, keluarga Capt Andy berusaha kuat menghadapi cobaan ini. Menurut pantauan Fransiskus, meski hati remuk, mereka tampak berusaha tegar.

Perjalanan untuk memulangkan sang pilot pun telah dimulai.

"Kondisi keluarga kami coba dukung. Untuk info terbaru, istri dan anak pertama beliau sudah berangkat ke Makassar pagi tadi. Sepertinya dihubungi langsung oleh pihak maskapai," ungkap Fransiskus.

Rumah di Blok AI 36 itu kini terasa sunyi. Kenangan tentang senyum dan keramahan Andy akan tetap hidup, menjadi penghiburan di tengah kesedihan yang mendalam.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar