Kesebelas pelajar yang diamankan memberikan alasan bahwa mereka berkumpul di lokasi karena baru saja selesai mengikuti kerja bakti. Mereka mengaku sedang membersihkan rumah salah seorang teman yang terdampak banjir di Jalan Arzimar.
Namun, situasi berubah ketika sekelompok pelajar lain melintas dan melakukan provokasi. "Ada sekelompok siswa lain melintas sambil memainkan gas motor dan klakson sehingga dari kelompok pelajar ini terpancing dan mengejar. Akan tetapi tidak terkejar dan mereka kembali ke tempat semula," lanjut Eko.
Penyelesaian Kasus: Edukasi dan Serahkan ke Orang Tua
Setelah dilakukan pemeriksaan dan edukasi, kesebelas pelajar tersebut akhirnya diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. Proses penyerahan juga disaksikan oleh pihak sekolah sebagai bentuk pengawasan.
Sebagai bentuk komitmen, para pelajar juga diminta untuk membuat pernyataan tertulis. "Para siswa membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, tidak melakukan tawuran ataupun tindak pidana lainnya," pungkas Ipda Eko Agus.
Artikel Terkait
Indonesia Dapat Lahan Eksklusif 60 Hektar di Dekat Kabah, Dilengkapi Terowongan ke Masjidil Haram
Sepucuk Surat untuk Mama Reti: Kisah Pilu Bocah SD di Ngada yang Tak Sempat Beli Buku Tulis
Iran Tuntut Perundingan Empat Mata dengan AS, Tolak Format Multilateral
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan IPO Bermasalah