Pembangunan Lift Rp 200 M di Pantai Kelingking Dikritik, Saleh Partaonan Daulay: Jangan Sampai Rusak Alam
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, memberikan pernyataan mengejutkan terkait rencana pembangunan lift di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. Proyek senilai Rp 200 miliar ini dinilai berisiko merusak keindahan alam dan lingkungan sekitar.
Saleh Partaonan Daulay Minta Kajian Mendalam untuk Lift Pantai Kelingking
Saleh menegaskan bahwa perbedaan pandangan mengenai proyek lift ini perlu dikaji secara mendalam oleh semua pihak terkait. Ia mengingatkan agar orientasi pembangunan untuk mempermudah akses dan meningkatkan kesejahteraan, jangan justru berakhir dengan kerusakan alam.
"Jangan sampai, pembangunan yang orientasinya untuk mempermudah, malah justru disalahpahami atau bahkan dianggap merusak alam dan lingkungan," tegas Saleh dalam keterangannya, Kamis (29/10/2025).
Pro dan Kontra Lift di Pantai Kelingking Perlu Didiskusikan
Menanggapi pro dan kontra di masyarakat, politisi PAN ini menyarankan agar semua masukan positif didengar dan didiskusikan secara terbuka. Menurutnya, perdebatan semacam ini wajar terjadi dalam pembangunan.
"Perdebatan seperti ini banyak terjadi. Karena itu, perlu didengar dan didiskusikan. Kalau ada masukan positif, silakan ditampung dan ditindaklanjuti," ujar Saleh.
Kekhawatiran Rusaknya Objek Wisata Ikonik Berbentuk Dinosaurus
Saleh juga menyoroti kekhawatiran publik bahwa pembangunan lift dapat merusak pemandangan ikonik tebing Pantai Kelingking yang menyerupai dinosaurus. Ia mendorong pengembang untuk mendengarkan berbagai pandangan dan mencari solusi terbaik.
"Sebaiknya, pengembang memanggil mereka yang punya pikiran dan pandangan lain. Silahkan didengar keluhannya. Carikan solusi terbaik," tambahnya.
Pentingnya Sosialisasi Pembangunan Lift ke Masyarakat
Saleh menekankan pentingnya sosialisasi program pembangunan lift ini kepada masyarakat. Hal ini diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid mengenai dampak positif dan negatif dari proyek tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah perizinan. Penolakan muncul karena kekhawatiran akan rusaknya keindahan alamiah Pantai Kelingking, yang tidak akan terjawab hanya dengan menunjukkan kelengkapan izin.
Proyek Lift Pantai Kelingking Sudah Kantongi Izin di OSS
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Kepala DPMPTSP, I Made Sudiarkajaya, menyatakan bahwa proyek lift yang bekerja sama dengan investor China ini telah mengantongi berbagai perizinan, termasuk izin terakhir yang terbit di sistem Online Single Submission (OSS).
Pembangunan lift di destinasi wisata Nusa Penida ini menjadi sorotan setelah viral di media sosial, dengan banyak netizen yang menilai kehadiran proyek ini dapat mengganggu keindahan alam Pantai Kelingking yang selama ini menjadi daya tarik utama.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026