Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera bergerak mengantisipasi potensi kekeringan yang diprediksi BMKG akan melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi dini agar gangguan pasokan air bagi warga dapat dicegah.
"Menanggapi peringatan BMKG terkait potensi kekeringan yang cukup tinggi di DKI Jakarta saat puncak musim kemarau, saya menilai Pemprov DKI harus melakukan langkah antisipatif sejak dini dan tidak menunggu sampai terjadi gangguan pasokan air bagi masyarakat," ujar Rani saat dihubungi pada Sabtu (1/8/2026).
Rani menyebutkan tiga langkah utama yang perlu diambil Pemprov DKI Jakarta: mengoptimalkan cadangan air baku, memastikan distribusi air bersih, dan menggalakkan kampanye penghematan air. "Pertama, Pemprov perlu memastikan ketersediaan cadangan air baku dan mengoptimalkan pengelolaan waduk, embung, serta reservoir yang ada. Kedua, distribusi air bersih harus dipastikan tetap berjalan lancar, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kekurangan air. Ketiga, perlu dilakukan kampanye penghematan penggunaan air di lingkungan rumah tangga, perkantoran, maupun kawasan industri," jelasnya.
Selain itu, ia meminta koordinasi antara Pemprov DKI, PAM Jaya, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah penyangga diperkuat. Dengan demikian, langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan terukur. "Jakarta memang bukan daerah pertanian, tetapi kebutuhan air untuk jutaan penduduk tetap menjadi prioritas yang harus dijaga," tegasnya.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Kekeringan Meluas di Jawa, Bali, dan Kalimantan Selatan, DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat
Kementerian PU Tangani 294 Titik Kekeringan Akibat El Nino, 202 Titik Tuntas
MPR Dorong Jakarta Jadi Pelopor Obligasi Daerah
Pramono Pastikan Anggaran Pendidikan, Kesehatan, dan TKD ASN Tak Terpengaruh Pemotongan DBH Rp 15 Triliun