Polri Gandeng FBI dan Secret Service Usut Korupsi Eks Jampidsus, Sita Emas 74 Kg dan Uang Tunai Rp 536 M

- Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55 WIB
Polri Gandeng FBI dan Secret Service Usut Korupsi Eks Jampidsus, Sita Emas 74 Kg dan Uang Tunai Rp 536 M

Polri terus mengusut tiga kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah. Dalam pengembangan penyidikan, penyidik menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Secret Service Amerika Serikat untuk memeriksa barang bukti berupa mata uang asing yang disita.

Penggeledahan telah dilakukan di belasan titik, mulai dari kawasan Cipete, Jakarta Selatan, hingga Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dari lokasi-lokasi tersebut, polisi menyita uang tunai dalam berbagai mata uang dan emas batangan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 536 miliar.

Di sebuah tempat bernama de'Clan Cipete, petugas menemukan dokumen, handphone, serta uang tunai berupa SGD 3.130.000 (dalam pecahan 100 SGD), USD 889.965, dan Rp 259.159.000. Seluruh uang tersebut jika dikonversi ke rupiah bernilai sekitar Rp 60 miliar.

Sementara itu, dari sebuah money changer di Cipete, polisi menyita 71 item barang bukti, termasuk 16 jenis uang asing yang totalnya setara Rp 7,2 miliar.

Penggeledahan paling spektakuler terjadi di sebuah rumah mewah di Sentul. Di sana, polisi menemukan 74 kg emas batangan, USD 4.767.300, SGD 14.083.800, dan Rp 100.000.000. Selain uang dan emas, turut disita dokumen, handphone, serta sejumlah foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan brankas. Nilai total barang bukti dari lokasi ini mencapai Rp 476 miliar.

Pemeriksaan Barang Bukti

FBI dan Secret Service telah hadir di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sejak Selasa (14/7/2026) untuk melakukan pengecekan. Mereka keluar sekitar pukul 12.45 WIB setelah melakukan pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, polisi juga menggandeng Kedutaan Besar Amerika Serikat dan pihak Singapura untuk mengecek keaslian uang asing yang disita. "Ini ada uang US dollar, Singapore dollar, rupiah, termasuk emas batangan. Jadi nanti akan dilakukan uji terkait tentang Singapore dollar, US dollar dari FBI dan Kedutaan Amerika, termasuk dari Kedutaan Singapura dan Bank Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Senin (13/7).

Selain itu, Polri bersama PT Pegadaian tengah memeriksa 74 kg emas yang disita. Ahli dikerahkan untuk memastikan keaslian dan berat logam mulia tersebut. Proses pengecekan masih berlangsung sebagai bagian dari pengusutan perkara yang sedang berjalan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags