Marwan Dasopang: Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik Akibat Kurs Rupiah dan Geopolitik

- Senin, 06 Juli 2026 | 11:45 WIB
Marwan Dasopang: Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik Akibat Kurs Rupiah dan Geopolitik

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, memperkirakan biaya penyelenggaraan ibadah haji pada 2027 berpotensi naik. Hal ini dipicu oleh kondisi geopolitik global yang tidak menentu serta nilai tukar rupiah yang terus melemah.

"Saya kira tidak turun. Kemungkinan naik kalau cara menghitungnya seperti tahun lalu. Cara perumusan untuk menetapkan anggaran itu, item-item yang dihitung itu, kalau seperti itu caranya, masih, saya kira naik," ujar Marwan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, Marwan mengatakan pihaknya akan menunggu usulan dari Kementerian Haji sebelum mengambil keputusan. Ia menyoroti perbedaan kurs rupiah yang jomplang serta kenaikan harga-harga di Arab Saudi, termasuk pajak, sebagai faktor utama kenaikan.

"Tapi kita dengarkan dulu besok usulan Kementerian Haji. Kalau mereka mengusulkan di atas tahun lalu, Komisi VIII memahami itu karena satu, berdasarkan kurs perbedaan mata uang kita yang sangat jomplang. Kemudian, kenaikan harga-harga juga di Saudi, ditambah pajak," tambahnya.

Marwan masih membuka peluang untuk mempertahankan biaya haji dengan pola baru. Namun, politikus PKB ini menilai jika penghitungan dilakukan seperti pembahasan di Panitia Kerja BPIH, sulit untuk menurunkan ongkos haji.

"Tapi masih mungkinkah kita pertahankan? Saya kira masih kalau kita carikan pola baru untuk perumusan. Pola barunya tergantung kemampuan Menteri Haji untuk meyakinkan pihak-pihak di Saudi dalam penyelenggaraan," ujar Marwan.

"Tapi kalau normal cara menghitung selama pembahasan kita di Panja, Panja BPIH, kayaknya berat," sambungnya.

Marwan juga mengingatkan bahwa penurunan biaya haji berpotensi menurunkan kualitas pelayanan, misalnya variasi makanan yang kurang menarik. "Kalaupun turun ya, nanti pelayanan yang turun, ya pelayanannya turun. Umpamanya makanannya semakin kurang menarik, tidak rasa nusantara gitu. Itu kan nggak mungkin, enggak mungkin terjadi," imbuhnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags