Warga Bener Meriah Haru Resmikan Jembatan Enang-Enang Hasil Swadaya Rp 1 Miliar

- Senin, 06 Juli 2026 | 12:30 WIB
Warga Bener Meriah Haru Resmikan Jembatan Enang-Enang Hasil Swadaya Rp 1 Miliar

Ratusan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, meneteskan air mata saat Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo resmi dibuka kembali, Kamis (2/7/2026). Jembatan itu sebelumnya rusak akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Jembatan Enang-Enang merupakan akses vital bagi masyarakat untuk mendistribusikan hasil pertanian serta menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Selama akses utama terputus akibat bencana, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dengan waktu tempuh lebih lama.

Bencana alam di Aceh akhir November 2025 berupa banjir, banjir bandang, dan longsor dipicu siklon tropis Senyar, diperparah degradasi lingkungan.

Hasil Patungan Warga

Tokoh masyarakat Sahrial Abadi mengatakan pembangunan jembatan sepenuhnya dibiayai swadaya warga tanpa bantuan pihak lain. Total dana terkumpul mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 526 juta telah digunakan untuk perbaikan jembatan, sementara sisanya akan dipakai untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

"Saat ini uang sejumlah Rp 526.000.000 sudah terpakai. Masih ada sisa sekitar Rp 555.000.000 lagi yang belum terpakai, nanti untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya," kata Sahrial.

Menurutnya, kembali beroperasinya Jembatan Enang-Enang merupakan harapan yang telah lama dinantikan. "Jalan ini resmi dibuka dan sudah dapat dilalui masyarakat setelah proses pengaspalan selesai. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," ujarnya dengan suara bergetar.

Sahrial menilai keberhasilan pembangunan jembatan secara swadaya menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian warga dalam memulihkan akses vital yang menjadi urat nadi perekonomian serta aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, masyarakat masih berharap pemerintah dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar akses transportasi di kawasan tersebut lebih aman dan berkelanjutan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags