Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memperkirakan butuh waktu hingga satu tahun untuk memulihkan kondisi fisik korban penyekapan dan penyiksaan berinisial YTR. Saat ini, korban telah menjalani perawatan medis intensif selama satu pekan di rumah sakit tersebut.
Tim dokter RSHS saat ini belum melakukan tindakan pembedahan dan masih berfokus penuh untuk menangani infeksi parah yang bersarang di wajah dan tubuh korban akibat penyiksaan yang dilakukan oleh tersangka Taufik Hidayat.
Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa jadwal operasi rekonstruksi wajah hanya bisa dilakukan jika infeksi pada tubuh korban sudah benar-benar mereda. Pihaknya mengestimasikan proses penyembuhan total memakan waktu satu tahun karena luka yang diderita tidak hanya pada bagian wajah, melainkan juga mengganggu pergerakan di bagian kaki.
"Dalam sebulan ini kami masih fokus untuk menghilangkan infeksinya. Kami sudah membuat jadwal, mungkin bisa sampai setahun untuk perbaikan semuanya. Karena bukan hanya wajah saja, untuk pergerakan kaki pun sama," jelas dr. Rachim.
Lebih lanjut, dr. Rachim menegaskan alasan medis di balik penundaan tindakan operasi terhadap YTR. Pembedahan di tengah kondisi infeksi yang belum tuntas dinilai sangat berisiko bagi keselamatan korban.
"Bulan ini masih fokus di infeksinya, jadi belum tuntas dan belum bisa (dioperasi). Kalau infeksi masih ada, kami tidak berani operasi karena infeksinya akan menjalar ke seluruh tubuh," terangnya.
Artikel Terkait
KSP Dukung Penutupan Restorative Justice untuk Tersangka Penyekapan di Bandung
Dedi Mulyadi Ungkap Taufik Hidayat Sempat Datang ke Gedung Pakuan Sebelum Ditangkap
Polda Jabar Periksa 25 Saksi dalam Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Pacar oleh Taufik Hidayat
Polda Jabar Temukan Dua TKP Baru dalam Kasus Penyekapan YTR, Total Kini Enam Lokasi