Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Rancaekek, sempat mendatangi Gedung Pakuan sebelum akhirnya diringkus polisi. Kedatangan itu terjadi pada dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, saat Taufik masih dalam status buronan.
Menurut Dedi, Taufik datang ke pos keamanan Gedung Pakuan dengan mengenakan helm dan masker. Ia menyampaikan keinginannya untuk bertemu gubernur. "Saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu," ujar Dedi menirukan pernyataan Taufik, Senin (29/6/2026).
Momen tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area Gedung Pakuan. Dedi memastikan rekaman itu tersedia. "CCTV-nya ada. Jadi memang dia mencari," katanya.
Selain ke Gedung Pakuan, Taufik juga berusaha mendatangi Lembur Pakuan. Namun, upaya itu gagal karena orang yang mengantarnya khawatir identitas Taufik diketahui masyarakat di perjalanan. "Dia juga berusaha untuk datang ke Lembur Pakuan, sampai di Cikaum yang nganternya nggak berani, karena takut di jalan dilihat oleh orang, ketahuan sama orang digebukin," ungkap Dedi.
Dedi menilai kedatangan Taufik bukan untuk mencari perlindungan. Dari ucapan tersangka, ia justru menyatakan siap menjalani hukuman penjara, tetapi ingin menyampaikan sesuatu terlebih dahulu. "Sebenarnya bukan minta perlindungan, kalau dari sisi bahasanya, bahwa dia siap dipenjara tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan," ucapnya.
Korban Jalani Perawatan Intensif
Kasus ini menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) yang diduga disekap oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), selama kurang lebih tiga tahun di wilayah Bandung, Jawa Barat. Saat ini, YTR menjalani perawatan intensif multidisiplin di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Sementara itu, Taufik telah diamankan tim Polda Jabar.
Sebelum penangkapan, Dedi Mulyadi secara pribadi mengumumkan sayembara dengan hadiah uang tunai Rp250 juta bagi siapa saja yang memberikan informasi akurat mengenai keberadaan pelaku. Langkah itu diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat akibat aksi kejam tersebut.
Dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagram resminya, Dedi melontarkan kecaman keras terhadap pelaku. "Kepada seluruh warga Jabar dan warga Indonesia, saya menyampaikan ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak tega melihatnya, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak," ungkapnya, Selasa (23/6/2026).
Dedi menegaskan dukungan penuh kepada Polda Jabar untuk segera menangkap tersangka dan memprosesnya sesuai hukum. Ia juga mengajak partisipasi aktif masyarakat. "Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat, yang sekarang jadi buronan. Dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya. Tetapi saya juga memberikan ruang bagi warga dimanapun berada, untuk berpartisipasi mencarinya," tegas Dedi.
"Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta, sebagai bentuk partisipasi saya, agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap," sambungnya.
Artikel Terkait
Ular Kobra Masuk Rumah, Eross Sheila On 7 Panggil Damkar
Lansia di Banyumas Nekat Sewa Eksekutor untuk Bunuh Suami, Motifnya Ingin Nikah Lagi
Taufik Hidayat Temui Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan Sebelum Ditangkap, Terekam CCTV
Karyawan Toko Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Usai Dituduh Curi 10 Raket