Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya meluncurkan 'Komik Pancasila untuk Pemula' di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Peluncuran ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Pancasila sekaligus upaya memperluas diskusi tentang nilai-nilai kebangsaan.
Melalui pendekatan visual dan alur cerita sederhana, Pancasila diharapkan tidak lagi dipandang sebagai materi hafalan, melainkan pedoman hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kita perbaiki metodologi kita. Kenapa? Kalau hanya hafalan, aduh, ya dia hanya akan jadi hafalan gitu. Satu: Ketuhanan Yang Maha Esa. Dia cuma menjadi sebuah slogan-slogan tanpa ada praksis yang kemudian berkembang,” ucap Willy dalam tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Willy Aditya, komik dipilih karena lebih mudah menarik minat pembaca, khususnya anak-anak muda. Ia menilai Pancasila lahir dari proses dialog dan perdebatan sehingga generasi muda perlu diajak memahami maknanya secara kritis, bukan sekadar menghafalkan lima sila.
Proses penyusunan komik ini memakan waktu hampir dua tahun dengan melibatkan ilustrator serta masukan dari anak-anak sebagai pembaca utama. Ke depannya, Willy berencana melanjutkan proyek edukasi Pancasila melalui serial cerita bergambar yang mengangkat sejarah dan makna lambang pada setiap sila Pancasila.
Artikel Terkait
RUU Sistem Perbukuan Segera Dibahas, Dorong Hapus Dikotomi Buku Pelajaran dan Umum
DPR Dorong Revisi UU TPPO untuk Perkuat Penegakan Hukum dan Lindungi Korban
Anggota DPR Rachmat Gobel Tutup Usia, DPR Berduka