Kritik Mengalir Deras ke Virgil van Dijk Usai Belanda Ditahan Imbang Maroko

- Selasa, 30 Juni 2026 | 10:45 WIB
Kritik Mengalir Deras ke Virgil van Dijk Usai Belanda Ditahan Imbang Maroko

Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, menjadi sasaran kritik tajam dari suporter dan pengamat sepak bola setelah penampilannya yang dianggap kurang optimal dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Maroko, Selasa (30/6). Bek berusia 34 tahun itu dinilai lengah saat mengawal pertahanan, yang berujung pada gol penyeimbang 1-1 oleh Issa Diop di masa injury time.

Belanda sempat unggul lewat gol Cody Gakpo, tetapi kelalaian di lini belakang membuat kemenangan sirna. Di media sosial, para penggemar menuduh pemain Liverpool itu hanya menjaga angin dan bermain dengan pertahanan semu.

Kritik juga datang dari legenda Belanda, Willem van Hanegem, dalam siniar Willem & Wessel di VoetbalPrimeur. "Saya melihat seorang bek yang sangat bagus. Tapi belakangan ini saya rasa dia sedang tidak dalam performa terbaiknya. Sangat aneh rasanya. Beberapa kali hal itu hampir saja lolos. Biasanya dia selalu berada di atasnya, atau tepat di antara atau di belakang. Sekarang dia membiarkannya lolos beberapa kali," ujarnya.

Analis Hugo Borst dalam tayangan De Oranjezomer bahkan lebih keras. "Dia adalah seorang bek semu. Dia banyak menunjuk, tetapi dia tidak melakukan intervensi," katanya. Borst menilai Van Dijk kerap melakukan kesalahan fatal, termasuk saat melawan Swedia di fase grup ketika sang bek memilih mundur ketimbang memotong serangan. "Pada pertandingan sebelumnya dia bisa saja mematikan segalanya sejak awal dengan hanya bertahan ke depan daripada berjalan mundur," tuturnya.

Borst juga menantang reporter Noa Vahle yang meliput tim asuhan Ronald Koeman di Amerika Utara untuk mengonfrontasi sang kapten. "Apakah kamu berani mengungkapkan bahwa ada banyak kritik terhadap Van Dijk? Apakah kamu berani mengatakannya langsung kepada dia?" tanyanya. Vahle menjawab realistis, "Saya selalu siap untuk memberikan pertanyaan kritis, tetapi saya tidak berada di posisi seperti Anda untuk mengatakan hal itu kepadanya."

Meski demikian, data statistik mencatat Van Dijk memenangkan 13 duel dengan tingkat kesuksesan 70 persen selama fase grup, termasuk menyapu bersih enam duel udara saat melawan Tunisia. Namun, mantan gelandang Belanda Theo Janssen menilai gaya bermain Van Dijk berdampak negatif pada lini tengah. "Virgil van Dijk bermain di belakangmu... Dia bahkan tidak berani menggiring bola ke dalam, dia memainkan semuanya melebar atau ke kaki Frenkie. Frenkie benar-benar harus melakukan segalanya dan harus menjemput bola. Bek kita terlalu sering mengoper ke Frenkie," katanya.

Perdebatan mengenai kepantasan posisi Van Dijk di lini pertahanan De Oranje terus menjadi sorotan utama di berbagai media olahraga Belanda.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags