Harga Cabai Meroket di Sumsel, Beras Tetap Stabil

- Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB
Harga Cabai Meroket di Sumsel, Beras Tetap Stabil

PALEMBANG Rabu kemarin, pasar di Sumatera Selatan terasa panas. Bukan cuma cuacanya, tapi harga cabai yang melambung tinggi. Sementara itu, beras justru terlihat tenang, harganya tak banyak bergerak.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Cabai merah keriting, misalnya, meroket 20,61% jadi Rp49.150 per kilogram. Cabai merah besar juga ikut naik 15,79% ke angka Rp44.000 per kg. Kalau lihat cabai rawit, harganya bahkan sudah menyentuh Rp56.900 sampai Rp59.750 per kilogram, dengan kenaikan harian antara 9% hingga 15%.

Tak hanya cabai, minyak goreng curah juga ikut-ikutan naik 7,83% menjadi Rp20.650 per liter. Untuk yang kemasan, kenaikannya lebih tipis, hanya sekitar 1,2%.

Di tengah gejolak itu, beras justru menunjukkan stabilitas. Harga beras medium I dan II bertahan di kisaran Rp15.900 sampai Rp16.500 per kg. Bahkan, beras kualitas super I malah turun tipis, sekitar 1,44%.

Untuk komoditas protein, ada sedikit penurunan harga daging ayam ras segar, yakni 8,13% menjadi Rp32.750 per kg. Daging sapi? Itu stagnan, masih bertengger di rentang Rp138.750 hingga Rp145.000 per kilogram.

Namun begitu, data di lapangan kerap berbeda dengan catatan resmi. Menurut sejumlah pedagang di Pasar Lemabang Palembang, harga jual sehari-hari biasanya lebih tinggi.

“Minyak curah di sini rata-rata Rp23.000 per liter. Kalau yang kemasan, sekitar Rp22.000,” ujar seorang pedagang minyak.

Daging ayam dijual Rp33.000 per kg, telur ayam Rp26.000, dan daging sapi bisa mencapai Rp150.000 per kilogram. Angka-angka ini memang sedikit lebih mahal dibandingkan data PIHPS.

Di sisi lain, komoditas hortikultura lain seperti bawang merah dan putih dijual masing-masing Rp45.000 dan Rp40.000 per kg. Untuk cabai, harganya di tingkat pedagang bervariasi: cabai besar Rp35.000, cabai merah keriting Rp40.000, cabai rawit Rp70.000, dan cabai burung sekitar Rp60.000 per kilogram.

Jadi, meski data nasional menunjukkan kenaikan, realita di pasar tradisional punya ceritanya sendiri. Konsumen di Palembang jelas merasakan perbedaannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar