M. Luthfi, mahasiswa yang mengalami luka dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Riau, akhirnya diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Ia kini menjalani masa pemulihan di rumah bersama keluarga.
Ayah korban, Sukron Hajaz, mengatakan kondisi putranya terus menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan perawatan medis. "Alhamdulillah, kondisi anak kami sudah jauh lebih baik. Hari ini dokter sudah memperbolehkan pulang sehingga sekarang sudah kembali bersama keluarga di rumah untuk melanjutkan proses pemulihan," ujarnya.
Sejak awal kejadian, banyak pihak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi Luthfi, mulai dari tenaga medis, rekan mahasiswa, hingga berbagai pihak yang datang memberikan dukungan langsung. Sukron mengaku bersyukur atas perhatian tersebut. "Sebagai orang tua, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian, doa, dukungan, dan kepedulian kepada anak kami selama menjalani perawatan. Perhatian tersebut sangat berarti bagi kami dan memberikan semangat kepada keluarga," katanya.
Sukron secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan yang telah menjenguk putranya di rumah sakit. Menurutnya, kehadiran Kapolda menjadi bentuk kepedulian yang memberikan ketenangan bagi keluarga di tengah situasi yang dihadapi. "Beliau menanyakan langsung kondisi kesehatan anak kami, memberikan perhatian kepada keluarga, dan memastikan anak kami mendapatkan penanganan yang baik. Sebagai orang tua, kami tentu sangat menghargai perhatian tersebut," ungkap Sukron.
Ia juga mengapresiasi jajaran Polda Riau yang membantu proses penanganan selama perawatan, termasuk memastikan kebutuhan pengobatan berjalan lancar. "Yang paling kami syukuri hari ini adalah kondisi anak kami terus membaik dan sudah diperbolehkan pulang. Mudah-mudahan proses pemulihannya berjalan lancar hingga benar-benar sehat kembali," ujarnya.
Sukron berharap seluruh pihak dapat menghormati proses yang sedang berjalan dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. "Kami menyerahkan seluruh proses kepada pihak yang berwenang. Harapan kami sederhana, semoga anak kami segera pulih sepenuhnya dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari kita sama-sama menjaga suasana yang baik dan saling menghormati," tutupnya.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Dorong Ekonomi Lokal dan Serap Hasil Petani
Remaja 16 Tahun di Palembang Dianiaya Tetangga, Rambut Dijambak hingga Bibir Ditampar Sandal
Anggota DPRD TTU Veronika Lake Buka Suara soal Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha
Keluarga Sebut Dua Anggota DPRD Intimidasi Dokter Icha dalam Kondisi Mabuk